25 radar bogor

2 Kasus Cacar Monyet Ditemukan di Kota Bogor, Pasien Penyuka Sesama Jenis

Ilustrasi Cacar Monyet
Ilustrasi Dinas Kesehatan Kota Bogor telah menemukan 2 kasus cacar monyet (monkeypox) di Kota Bogor. Kedua pasien diketahui merupakan laki-laki penyuka sesama jenis.

BOGOR-RADAR BOGOR, Dinas Kesehatan Kota Bogor telah menemukan 2 kasus cacar monyet (monkeypox) di Kota Bogor. Kedua pasien diketahui merupakan laki-laki dengan orientasi seksual laki seks lelaki (LSL).

Baca Juga : Wujudkan Kota Bogor Bebas AIDS 2030, Pemkot Gelar Deklarasi dan Sosialisasi

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Sri Nowo Retno dalam keterangan resminya mengatakan kedua kasus cacar monyet ini terkonfirmasi pada Kamis, 23 November 2023 lalu.

“Penemuan 2 suspek cacar monyet dilaporkan oleh Puskesmas. Selanjutnya Puskesmas berkoordinasi dengan Dinkes untuk dilakukan tatalaksana. Setelah pengambilan spesimen, berupa spesimen swab orofaring swab lesi, swab anal dan serum darah, Surveilans Dinas Kesehatan Kota Bogor selanjutnya mengirimkan sampel ke Laboratorium BKPK Jakarta,” ujarnya.

Kedua kasus kemudian dinyatakan terkonfirmasi mpox setelah Laboratorium BKPK mengirimkan umpan balik hasil laboratorium tersebut ke Dinkes Kota Bogor. Retno menyebut kedua pasien memiliki gejala demam disertai ruam di daerah telapak tangan, badan, muka, dan area genital.

Kedua kasus cacar monye itu juga terdapat pembengkakan kelenjar getah bening. “Kedua kasus berjenis kelamin laki-laki, dengan orientasi seksual Laki Seks Lelaki (LSL). Keduanya memiliki riwayat kontak seksual dalam 21 hari terakhir sebelum munculnya gejala,” ungkap Retno.

Saat ini, kedua pasien tengah menjalani isolasi mandiri terhitung dari tanggal 20 November dan dilakukan pemantauan harian melalui tenaga kesehatan Puskesmas wilayah.

Merespons kondisi ini, Retno mengatakan pihaknya kemudian melakukan pertemuan koordinasi teknis yang dihadiri oleh petugas surveilans dan petugas program HIV di rumah sakit dan puskesmas. Lalu melakukan penyelidikan epidemiologi secara lengkap terhadap masing-masing kasus.

“Kami melacak dan mendata kontak erat kasus, melakukan tatalaksana kasus sesuai dengan pedoman, melakukan pencegahan dan pengendalian Mpox berupa pemantauan harian kasus, pemantauan harian kontak erat, dan assessmen isolasi mandiri,” ujar Retno.

Pihaknya juga berkoordinasi dengan Dinkes Provinsi Jawa Barat dan Kementerian Kesehatan untuk memastikan semua kebutuhan baik dari sistem pelaporan hingga logistik penunjang pemeriksaan laboratorium terpenuhi.

Baca Juga : Sekda Tinjau Dua Titik Longsor, Warga Terdampak Diberikan Bantuan Huntara

Retno mengimbau warga Kota Bogor untuk tidak panik pada perkembangan situasi cacar monyet di Indonesia dengan menerapkan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta mengkonsumsi makanan dengan gizi seimbang sebagai proteksi diri terhadap berbagai jenis penyakit.

“Selanjutnya kenali gejala khas dari penyakit mpox mengunjungi atau melaporkan ke petugas kesehatan di puskesmas dan rumah sakit jika mengalami gejala atau kontak dengan suspek mpox,” terangnya. (fat)

Editor : Yosep