25 radar bogor

Soal Banjir di Kecamatan Bogor Utara, Dinas PUPR Beri 4 Opsi

Banjir di Bogor Utara
Banjir di Kelurahan Tanah Baru, Kota Bogor. REKA/RADAR BOGOR

BOGOR-RADAR BOGOR, Dalam sepekan terakhir Kecamatan Bogor Utara menjadi bulan-bulanan bencana banjir. Setidaknya ada 3 titik banjir yang terjadi di wilayah ini, yakni RT 4 RW 11, RT 5 RW 1, Kelurahan Tanah Baru dan RT 4 RW 5, Kelurahan Cibuluh.

Baca Juga : Longsor dan Banjir di Cibuluh, 11 Rumah Rusak Berat, Lainnya Terendam

Bencana banjir ini diduga terjadi karena imbas proyek Pembangunan SMA-SMAK Bogor (SMAKBO) dan kawasan One Central Business District (OCBD) yang membuat aliran sungai meluap dan masuk ke permukiman warga.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor, Rena Da Frina mengatakan pihaknya telah bertemu dan audiensi dengan kedua pihak tersebut dan mengajukan sejumlah opsi penanganan.

“Untuk yang SMAKBO kami sampaikan 4 opsi. Pertama, ialah pengerukan kolam retensi yang selama ini tidak berfungsi dengan maksimal. Jadi harus diperdalam dan dibuat rendah, karena selama ini elevasinya lebih tinggi dari rumah penduduk,” ucap Rena saat ditemui Radar Bogor, Kamis (30/11/2023).

Opsi selanjutnya ialah normalisasi aliran Sungai Ciheuleut. Ia menilai selama ini sungai tersebut mengalami pendangkalan sehingga perlu adanya pengerukan. Rena juga menyarankan adanya peninggian pada jembatan yang melintang di aekitar wilayah itu.

Terakhir, dirinya memberikan opsi kepada Kementerian Perindustrian yang bertanggung jawab pada pembangunan SMAKBO untuk memfasilitasi warga yang ingin adanya relokasi.

“Ternyata warga mau (direlokasi). Namun tergantung mereka (Kemenperin) ada uang atau tidak. Tapi kita ajukan opsi itu,” tuturnya.

Sementara itu untuk banjir di Kelurahan Cibuluh, Rena meminta pihak OCBD untuk menuntaskan rencana relokasi kepada warga yang masih tersisa di wilayah itu sebagai opsi solusi jangka pendek.

“Tahun 2020 ada pembebasan lahan di sana terutama di lokasi paling rendah. Ada beberapa yang sudah terbebaskan. Tersisa 6 rumah lagi. Kami sampaikan ke OCBD 6 rumah ini mesti direlokasi. Saya sampaikan agar mereka beri harga yang layak supaya warga bisa beli rumah lagi,” ujar Rena.

Baca Juga : Banjir Lagi-Lagi Merendam Belasan Rumah di Tanah Baru, Sejumlah Warga Mengungsi

Sementara itu untuk jangka panjang Rena menyebut perlu ada kajian mengenai sodetan dan penyelesaian penyempitan saluran akibat banyaknya toko, rumah, dan gudang warga.

Untuk penanganan di Kampung Keramat RT 5 RW 1, Kelurahan Tanah Baru Rena menyebut akan melakukan pengerukan dengan alat berat dengan ukuran kecil. Sebab menurutnya alat berat ukuran besar tidak memungkinkan manuver di danau retensi. (fat)

Reporter : Reka Faturachman
Editor : Yosep