25 radar bogor

Baru Satu Tahun Diperbaiki, TPT di Cilebut Sudah Ambrol Lagi, Dinas SDA Jabar Salahkan Cuaca

Tembok Penahan Tanah (TPT) di Jalan Raya Cilebut, Kelurahan Sukaresmi, Kecamatan Tanah Sareal kembali longsor pada Kamis (30/11) malam. Fatur/Radar Bogor

BOGOR-RADAR BOGOR, Tembok Penahan Tanah (TPT) di Jalan Raya Cilebut, Kelurahan Sukaresmi, Kecamatan Tanah Sareal kembali longsor pada Kamis (30/11) malam.

Padahal, TPT tersebut baru saja rampung dibangun pada Agustus 2022 lalu. Akibat bencana ini, Jalan Raya Cilebut terancam amblas, karena longsoran berada tepat dibibir ruas jalan tersebut.

Baca juga: Longsor Ciseeng Hancurkan 6 Rumah Warga yang Masih KPR

Lurah Sukaresmi saat itu, Nandang (sejak tanggal 1 Desember 2023 menjadi Lurah Bojongkerta) mengatakan, pihak kelurahan bahkan harus memasang water barrier sebagai pembatas kendaraan, agar tidak terjadi longsor susulan.

“Saya dapat informasi jam 20.00 WIB langsung cek ke lokasi bersama RT dan jajaran. Akhirnya kami putuskan untuk menutup sebagian karena khawatir dengan bagian bawah jalannya,” ujarnya saat diubungi Radar Bogor, Jumat (1/12).

Nandang menyatakan tidak ada korban luka maupun jiwa akibat kejadian tersebut. Ia mengatakan, selain di titik itu, terdapat 2 titik lokasi tanah longsor lain yang letaknya berdekatan dengan TPT tersebur.

Yakni di RT 1 RW 2 dan RT 1 RW 4 (Perumahan Bogor Modern Residence).

Sementara itu, Pengelola SDA UPTD Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane Dinas SDA Jabar, Yulianti Juhendah beralasan, longsor pada TPT tersebit terjadi akibat curah hujan yang tinggi.

“Ini berakibat timbulnya aliran liar air permukaan jalan, serta ditambah kurangnya drainase jalan di sepanjang Jalan Raya Cilebut,” tuturnya kepada Radar Bogor.

Yulianti mengatakan, proyek TPT itu saat ini sudah selesai masa pemeliharaannya. Saat ini pihaknya baru saja melakukan survey, dan akan mengkaji terlebih dahulu.

Baca juga: Dalam Sehari, Kelurahan Sukaresmi Dilanda 3 Kejadian Longsor dengan Titik Berdekatan

Pihaknya tidak menyebut secara jelas, langkah penanganan yang diambil. Namun dirinya berjanji akan melihat pengalaman, situasi, dan kondisi lokasi itu saat melakukan penanganan.

“Melihat dari pengalaman, kami akan coba dengan metode yang lain. Dikaji dengan kontruksi penahan tebing beton,” ucap Yulianti singkat.

Untuk mencegah longsor susulan, pihaknya berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor, dan Dinas Perhubungan (Dishub) mengusulkan adanya pembatasan tonase pada kendaraan yang lewat.

Lokasi ini sempat mengalami longsor tahun 2022 lalu. Penanganan pun dilakukan dengan pembangunan TPT. Saat proyek telah berjalan sekira 80 persen, TPT itu ambrol dan terpaksa dibangun kembali, kemudian rampung pada Agustus 2022.(Fat)

Penulis: Reka Faturachman
Editor: Rany Puspitasari