25 radar bogor

Dorong Pelayanan Kesehatan Terintegrasi, Komisi IX DPR RI Kunker ke Pemkab Bogor

Kesehatan
Pemkab Bogor menerima Komisi IX DPR RI dalam rangka kunjungan kerja spesifik mengenai Evaluasi Terkait Integrasi Layanan Primer kesehatan di Kabupaten Bogor

SUKARAJA-RADAR BOGOR, Pemkab Bogor menerima Komisi IX DPR RI dalam rangka kunjungan kerja spesifik mengenai Evaluasi Terkait Integrasi Layanan Primer kesehatan di Kabupaten Bogor yang berlangsung di Puskesmas Cimandala, Sukaraja, Rabu (29/11/2023).

Baca Juga : Buruh Tuntut Kenaikan UMK 15,7 Persen, Pemkab Bogor Rekomendasikan 14 Persen

Staff Ahli Setda Kabupaten Bogor, Makmur mengungkapkan, Pemkab Bogor terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui program Karsa Bogor Sehat dan pembangunan sarana dan prasarana kesehatan.

Terdapat 32 rumah sakit di Kabupaten Bogor yang terdiri dari 1 rumah sakit vertikal, 4 RSUD, 1 rumah sakit Angkatan Udara Hassan Toto dan 26 rumah sakit swasta. Selain itu terdapat 101 puskesmas, dimana 30 diantaranya memiliki fasilitas rawat inap, 3 klinik utama dan 311 klinik pratama dengan total jumlah tenaga kesehatan sebanyak 12.600 orang.

“Upaya optimalisasi layanan kesehatan kepada masyarakat terus ditingkatkan, bahkan beberapa program dalam Karsa Bogor Sehat antara lain Kartu Bogor Sehat, Pembayaran JKN Miskin untuk kepada penerima manfaat, layanan informasi Bogor Siaga 24 Jam dan program Gobest atau Kabupaten Bogor Bebas Stunting, optimalisasi pelayanan posyandu dengan jumlah kader sebanyak 26.144 kader. Serta fasilitasi ketersediaan alat antropometri terstandar di posyandu,” jelas Makmur.

Selanjutnya, Perwakilan Komisi IX DPR RI, Alifuddin menerangkan, kunjungan Evaluasi Terkait Integrasi Layanan Primer dilakukan tidak hanya di Kabupaten Bogor juga dilakukan di Kota Tangerang dan Kota Bogor sebagai upaya untuk mendorong peningkatan pelayanan kesehatan bagi masyarakat, mengingat berdasarkan data masih terdapat angka kematian terhadap pasien sakit yang masih tinggi.

Sebagian besar kasus kematian yang terjadi di Indonesia berasal dari kasus penyakit dan dapat dicegah. Hal ini menunjukkan bahwa peranan pelayanan kesehatan belum cukup kuat dalam merespon masalah kesehatan.

Lanjut Alifudin, pihaknya terus mendorong penguatan peranan kesehatan telah dilakukan pada 9 provinsi yang mewakili karakteristik perkotaan, perdesaan yang sangat terpencil diantaranya adalah Sumatera Selatan, Nusa Tenggara Timur, Papua. Dengan melibatkan 3 faktor yaitu siklus hidup sebagai fokus kepada kesehatan sekaligus sebagai fokus penguatan pelayanan kesehatan terintegrasi hingga tingkat desa dan kelurahan.

“Dari hasil kunjungan hari ini, untuk layanan kesehatan di Kabupaten Bogor sudah cukup baik, dari segi sarana prasarana juga tenaga kesehatannya, terima kasih atas penerimaan yang sangat hangat ini,” terangnya.

Kemudian, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor Mike Kaltarina menambahkan berdasarkan aplikasi yang dimiliki, alat kesehatan di Puskesmas ada 80 Puskesmas yang sudah memiliki alat kesehatan diatas 60%. Khusus untuk kesehatan ibu dan anak telah dilengkapi dengan alat USG sebanyak 40 unit, untuk Prolansia ada 40 untuk mengoptimalkan pelayanan Manula, serta laboratorium dengan mikroskop sebanyak 79 unit.

Baca Juga : Pemkab Bogor Perkuat Layanan TBC di Seluruh Fasyankes Pemerintah dan Swasta

“Layanan dan sarana prasarana terus kami tingkatkan tidak hanya di RS juga di Puskesmas. Kami juga senantiasa mengutamakan safety dan keselamatan pasien termasuk operatornya dan perencanaan terhadap revitalisasi pada Puskesmas dan Puskesmas Pembantu. Ini kami upayakan dalam rangka integrasi pelayanan kesehatan,” imbuhnya. (*)

Editor : Yosep