25 radar bogor

Belasan Titik Bencana di Kota Bogor, Bima Arya Sebut Paling Banyak Banjir dan Longsor

Banjir di Bogor Utara
Banjir di Kelurahan Tanah Baru, Kota Bogor. REKA/RADAR BOGOR

BOGOR-RADAR BOGOR, Wali Kota Bogor Bima Arya menyebut, hujan deras disertai angin kencang yang melanda wilayah Kota Bogor, Rabu (29/11) menyebabkan bencana di 13 titik.

Menurut dia, berdasarkan laporan yang diterimanya dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor bencana yang terjadi sebagian besar terjadi banjir dan longsor.

Baca juga: Hujan Deras Dua Hari, BPBD Catat 38 Bencana Terjadi di Kabupaten Bogor

“Kemarin dilaporkan ada 13 titik banjir dan longsor. Jadi kewaspadaan kita meningkat, semua siaga,” kata Bima Arya.

Bima Arya menjelaskan, banjir ini adalah persoalan klasik yang disebabkan sampah yang menimbun sehingga menyebabkan saluran air menyumbat.

Kemudian, Bima Arya menilai ada bangunan yang pada saat proses pembangunannya tidak memperhatikan dampak lingkungan. Sehingga menyebabkan dampak banjir di sekitar lokasi.

“Tetapi itu semua karena juga intensitas sekarang jauh lebih tinggi. Di mana-mana terjadi juga (bencana),” ucapnya.

Disisi lain, Bima Arya mengurai permasalahan yang terjadi juga disebabkan karena dampak pembangunan SMAKBO di di Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Bogor Utara.

“Saya kira dampak SMAKBO ini serius. Kami terus mendorong betul, meminta agar pihak kontraktor dan Kementerian memberikan atensi penuh,” katanya.

“Tapi kita telah melakukan usaha untuk melakukan normalisasi di situ melalui PUPR,” sambung dia.

Sebelumnya, hujan deras disertai petir pasa Rabu (29/11) sore hingga malam menjadi malapetaka bagi warga RT 4 RW 11, Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Bogor Utara.

Baca juga: Jakarta Siap-Siap, Bendung Cibalok Siaga 3, Katulampa Siaga 2

Puluhan rumah di kampung ini kembali terendam banjir yang ketiga kalinya selama Bulan November 2023. Kali ini banjir sempat mencapai ketinggian 1 meter.

Warga setempat, Ita Sasmita mengungkapkan banjir mulai meninggi setelah waktu salat magrib. Kekhawatirannya pada bencana ini membuat keluarga dan tetangganya memilih untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman.

“Sebagian warga mengungsi ke Taman Soka di pos-nya. Kebanyakan ibu-ibu dan anak-anak sementara laki-laki dewasa di sini menjaga rumah dan barang-barang khawatir terbawa air,” ujarnya saat ditemui Radar Bogor.

Ia mengatakan, tingginya permukaan banjir membuat perabotan rumahnya rusak serta seluruh pakaian keluarganya basah dan kotor. Anak Ita bahkan terpaksa tidak pergi sekolah lantaran seragam dan peralatan sekolahnya basah sejak banjir pada Minggu (26/11) lalu.

Banjir tersebut diduga bersumer dari proyek pembangunan SMAKBO yang ada di dekat wilayah rumahnya. Drainase yang terlalu kecil membuat aliran air tak tertampung dan kembali kemudian merendam permukiman warga.

Padahal pada Senin (27/11) kemarin Wali Kota Bogor telah mendatangi lokasi proyek tersebut dan meminta pihak proyek dan Kementerian Perindustrian untuk melakukan penanganan. Namun hal itu nyatanya tak dapat mencegah terjadinya banjir di lokasi itu.

Ita berharap ada penanganan serius terkait kondisi banjir di lingkungannya. Ia juga ingin Pemkot Bogor memberikan perhatian dengan menyediakan peralatan keselamatan kepada warga.

Banjir juga diketahui kembali merendam Kampung Keramat RW 05 Kelurahan Tanah Baru untuk ke-8 kalinya. Warga setempat, Trian Rivaldi mengatakan banjir setinggi lutut orang dewasa merendam puluhan rumah di wilayah itu.

“Air naik sekira jam 8 malam. Saat kondisi hujan dan mati lampu. Tingginya sekitar lutut,” ujarnya. (ded)

Penulis: Dede
Editor: Rany Puspitasari