25 radar bogor

Akibat Longsor, Akses Lawanggintung-Batutulis Ditutup, Ini Jalur Alternatifnya

Longsor yang terjadi di proyek underpass Batutulis pada Kamis (16/11) sore, membuat akses Lawanggintung menuju Batutulis via Jalan Saleh Danasasmita ditutup. Fatur/RADAR BOGOR

BOGOR-RADAR BOGOR, Longsor yang terjadi di proyek underpass Batutulis pada Kamis (16/11) sore, membuat akses Lawanggintung menuju Batutulis via Jalan Saleh Danasasmita ditutup.

Kepala Bagian Operasional (KBO) Polresta Bogor Kota, IPDA Damela menuturkan, longsor yang terjadi mengakibatkan rusaknya sebagian badan Jalan Danasasmita.

Kondisi ini memaksa pihak kepolisian, dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor hanya membuka 1 lajur saja.

Baca juga: Puluhan Rumah Rusak Imbas Underpass Batutulis, Kontraktor Janjikan Perbaikan

“Infrastrutur jalan rusak parah, sebagian jalan longsor. Kami berlakukan rekayasa lalu lintas terbatas untuk mencegah adanya longsor susulan akibat beban kendaraan,” ujarnya saat ditemui Radar Bogor.

Jalur tersebut hingga kini hanya bisa dilalui oleh kendaraan roda dua, dari arah Cipaku menuju Jalan Batutulis saja.

Sementara itu, kendaraan dari Jalan Lawanggintung yang akan menuju Cipaku, diarahkan melalui Jalan Bogor Nirwana Residence (BNR).

Selain itu, dirinya juga menyarankan pengendara untuk lurus dari Jalan Pajajaran, dan memilih jalur Rancamaya.

“Untuk kendaraan dari Cipaku kami sarankan melalui jalur BNR atau Rancamaya melalui jalur dalam daerah Genteng,” jelasnya.

Damela menjelaskan, keputusannya lebih memilih membuka jalur dari arah Cipaku menuju Batutulis, karena dinilai lebih efektif.

Namun begitu, rekayasa akan berlangsung dinamis, menyesuaikan kondisi arus lalu lintas besok.

Baca juga: Warga Tagih Janji Perbaikan Rumah Imbas Proyek Underpass Batutulis

Ia mengungkapkan, akan ada penutupan total pada jalur tersebut saat perbaikan longsor dilakukan.

Akibat kejadian ini, kemacetan panjang pun tak terelakkan.

Pantauan Radar Bogor menunjukkan, ekor kemacetan di Jalan Lawanggintung mengular hingga Mall Ekalokasari.

Ditutupnya akses Lawanggintung-Cipaku ini juga membuat masyarakat pengguna kendaraan umum mesti berjalan kaki dengan jarak yang jauh. (Fat)

Penulis: Reka Faturachman
Editor: Rany Puspitasari