25 radar bogor

Banyak Warga Terdampak Bencana Perbaiki Rumah Sendiri, Ketua MPB: Pemkab Harusnya Gerak Cepat

Warga merapikan material rumah yang rusak akibat angin puting beliung pada (1/11/2023) di Ciomas, Kabupaten Bogor. Pemerintah Kabupaten Bogor menyiapkan anggaran pengganti kerusakan pemukiman dalam waktu dekat. Foto : Radar Bogor / Hendi Novian

CIOMAS-RADAR BOGOR, Sejumlah warga terdampak bencana puting beliung di Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor memilih memperbaiki atap rumahnya yang rusak, secara mandiri.

Informasi yang diterima Radar Bogor, sebagian dari mereka membeli asbes sendiri ke toko material, ketimbang menunggu bantuan dari pemerintah yang tak kunjung datang.

Sejumlah warga menilai hingga saat ini, belum ada bantuan apapun yang diterima, baik dari pemerintah desa maupun Pemerintah Kabupaten Bogor.

Baca juga: Banjir, Longsor, hingga Puting Beliung Terjang Bogor

Sementara itu dikonfirmasi ke Camat Ciomas, Chairuka Judhyanto, bantuan yang sudah diberikan kepada warga terdampak angin puting beliung, saat ini yakni bantuan makanan.

“Sudah, tapi baru mie instan dan beberapa bahan makanan. Kalau untuk perbaikan rumah yang rusak masih pendataan,” katanya kepada Radar Bogor, Senin (6/11/2023).

Namun demikian kata dia, bantuan mie instan itu serta bahan makanan juga belum semua menerima. Baru sebagian yang mendapatkannya.

“Baru sebagian, karena jumlahnya banyak,” tuturnya.

Lambanya penangan bencana ini dikritisi oleh Ketua Markas Pejuang Bogor (MPB), Atiek Yulis.

Kata dia, Kabupaten Bogor memiliki banyak wilayah kecamatan yang rawan bencana longsor dan puting beliung.

Sehingga pemerintah, baik di tingkat desa hingga kabupaten seharusnya gerak cepat. Baik dari evakuasi, pendataan hingga pemberian bantuan.

Baca juga: Pemkot Siapkan BTT Untuk Ratusan Warga Terdampak Angin Puting Beliung, Wakil Wali Kota: Rusak Ringan Swadaya Saja

“Jadi harus gercep,” katanya kepada Radar Bogor, Senin (6/11/2023).

Atiek juga meminta kepada semua kepala desa untuk sigap. Mengingat kepala desa adalah ujung tombak pemerintah, dan bersentuhan langsung dengan masyarakat.

“Seharusnya semua kepala desa sigap menangani jika terjadi bencana. Terutama saat rumah warga rusak atau roboh. Kepala desa seharusnya langsung datang ke lokasi korban bencana untuk mendata, dan mengajukan bantuannya ke DPKPP agar cepat ditindaklanjuti sampai pencairannya,” pintanya.

“Artinya, dipertanyakan pihak desa kenapa lambat menanganinya?,” tuturnya.

Atiek pun meminta kepada DPKPP dan DPMD untuk memberikan sosialisasi berulang kepada seluruh desa, yang bisa dilakukan melalui camat.

“Banyak hal aturan dari dinas tidak dilakukan dengan cepat penanganannya oleh desa mungkin juga karena kades dan para stafnya ganti, jadi terkesan kacau, akhirnya warga jadi korban dan pemda terkesan tidak peduli atau tidak tanggap terhadap masyarakatnya dan tidak sigap bencana,” tukasnya. (all)

Penulis: Arifal
Editor: Rany Puspitasari