25 radar bogor

Mengenal Sosok Ariel Sharon, Tangan Besi Israel yang Dikenal Keras Terhadap Rakyat Palestina

ISRAEL-RADAR BOGOR, Sosok Ariel Sharon atau bernama asli Ariel Scheinerman merupakan, Jenderal, politikus dan juga mantan Perdana Menteri Israel.

Ariel Sharon diketahui lahir pada 26 Februari 1928 dari orangtua imigran Yahudi asal Rusia dan meninggal pada 2014, di usia 85 tahun.

Diakhir masa jabatanya, Ariel Sharon mengalami penderitaan yang luar biasa dalam kondisi koma selama 8 tahun di rumah sakit, akibat serangan stroke dan infeksi organ tubuh yang cukup parah pada tahun 2005.

Penyakit tersebut membuat tubuhnya rusak meskipun ajalnya belum tiba. Walaupun ditangani menggunakan peralatan medis canggih dan menghabiskan jumlah sangat besar untuk pengobatan, penyakit terus menggerogoti tubuhnya tanpa ada perbaikan.

Matanya terus terbuka, sementara tubuhnya tak berdaya. Sharon bahkan menghabiskan sekitar Rp4,25 triliun atau USD440 juta untuk pengobatan, berdasarkan data dari Komite Keuangan Knesset (Parlemen Israel).

Dilansir dari ABC News, Rabu (1/11), Ariel Sharon juga dikenal sebagai seorang politikus dan jenderal Israel, yang terlibat dalam konflik militer besar sepanjang karier militernya.

Sharon memulai karier militernya pada tahun 1948 dan terlibat dalam beberapa konflik militer besar, termasuk Perang Arab-Israel 1948, Perang Enam Hari 1967, dan Perang Yom Kippur 1973.

Baca Juga: Israel Tolak Gencatan Senjata, UNICEF Sebut Wilayah Gaza Menjelma Bak Kuburan Bagi Ribuan Mayat Anak-anak

Ia dikenal sebagai tokoh yang kontroversial karena tindakan kerasnya terhadap rakyat Palestina.

Selain itu, ia juga terlibat dalam beberapa insiden kekerasan, termasuk pembantaian di kamp pengungsi Sabra dan Shatila di Lebanon Beirut Barat.

Pada tahun 1982, ia memimpin operasi untuk membantai pengungsi Palestina di kedua kamp tersebut, menyebabkan kematian sekitar 20.000 orang. Akibat aksi pembantaian ini, Ariel Sharon dijuluki sebagai “Tukang Jagal” Beirut.

Tindakan pembantaian ini mendapat kecaman dari masyarakat, dan sebuah komisi di Israel mengkritiknya karena secara tidak langsung bertanggung jawab atas peristiwa tersebut, dan ia diminta untuk mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Menteri Pertahanan pada saat itu.

Dirinya menjabat sebagai Menteri Pertahanan Israel selama beberapa periode dan kemudian menjadi Perdana Menteri Israel dari tahun 2001 hingga 2006.

Pada tahun 2005, Sharon memimpin rencana penarikan Israel dari Jalur Gaza, yang memicu protes dari kelompok-kelompok garis keras di Israel.

Sharon menarik warga dan tentara Israel dari Gaza di Agustus 2005, serta membangun tembok pemisah di sekitar Tepi Barat.

Baca Juga: Sejarah Lambang ‘Semangka’ Jadi Simbol Unik bagi Solidaritas Palestina, Begini Penjelasannya

Banyak yang berpendapat bahwa ini adalah hukuman yang seharusnya diterima Sharon, karena ketika masih sehat tangan-tangannya telah tercemar oleh darah warga Palestina yang tidak bersalah.

Pada tanggal 4 Januari 2006, Sharon mengalami stroke yang parah dan menjalani serangkaian operasi untuk mengobati kondisinya. Ia kemudian jatuh koma selama delapan tahun lamanya sebelum akhirnya meninggal dunia pada tanggal 11 Januari 2014 di rumah sakit di Sheba Medical Center di Tel Aviv.

Sharon meninggal dunia pada usia 85 tahun setelah mengalami koma sejak tahun 2006 akibat stroke yang membuatnya lumpuh di puncak kekuasaan politiknya. Infeksi di seluruh organ tubuh, dan peralatan medis canggih bahkan tidak bisa menolongnya untuk sembuh. (Jpg)

Editor : Yosep/Rachmi-pkl