25 radar bogor

Waduh, SMKN 3 Bogor Tarik Sumbangan Rp3 Juta, Komite: Itu Idenya Korlas

Ketua Komite SMKN 3 Kota Bogor Widi Astuti. Dede/Radar Bogor

BOGOR-RADAR BOGOR, Belakangan heboh di media sosial, lantaran sejumlah siswa SMKN 3 Bogor dimintai sumbangan yang dipatok senilai Rp3 juta pertahun.

Sumbangan itu diklaim untuk memenuhi delapan standar pendidikan di SMKN 3 Bogor, yang memerlukan anggaran Rp4 miliar pertahun. Musababnya, anggaran tersebut tidak dicover melalui bantuan operasional sekolah (BOS).

Hal inipun memicu aksi protes dari sejumlah orangtua siswa. Salah satu orangtua siswa mengaku keberatan dengan adanya sumbangan, yang dipatok sebesar Rp3 juta oleh komite SMKN 3 Bogor.

Saat ini, pihaknya sudah mengajukan keringanan Ke Komite Sekolah terkait dengan adanya sumbangan tersebut.

Baca juga: FGD Rancangan Perwali Tentang Komite Sekolah, Pemkot Bogor Terima Berbagai Masukan

“Ya kalau saya sih keberatan. Karena kan di kelas sebelumnya juga ada sumbangan juga yang belum dilunasin,” kata orang tua siswa yang enggan disebutkan namanya.

“Ini tiba-tiba ada lagi sumbangan di kelas berikutnya,” sambung dia.

Dia pun mengatakan, ada rincian-rincian keperluan, dari patokan harga yang dikeluarkan.

Menanggapi hal itu, Ketua Komite Sekolah SMKN 3 Bogor Widi Astuti membantah rincian tersebut dikeluarkan oleh Komite Sekolah. Menurut dia, rincian anggaran tersebut mungkin dikeluarkan oleh kordinator kelas (korlas).

“Komite tidak pernah membuat rincian, ini (surat edaran) korlas, itu idenya korlas karena kami bekerjasama dan kami punya grup, dan korlas sangat mendukung,” kata Widi Astuti saat dikonfirmasi wartawan, Senin (16/10).

Namun demikian, Widi Astuti tak membantah jika ada sumbangan terkait dengan pemenuhan kebutuhan sekolah, yang tidak tercover dari bantuan operasional sekolah (BOS) untuk tahun pelajaran 2023-2024.

“(Kebutuhan) untuk praktik, ekstrakurikuler, praktik hanya sebagian karena yang dari pemerintah hanya operasional saja,” ucap dia.

Baca juga: Korlas Masih Lakukan Pungli, Pengamat Hukum : Awas Bisa Dikenakan Pasal 372

Dirinya juga memastikan Komite Sekolah SMKN 3 Bogor tidak mematok sumbangan sama sekali, melainkan berdasarkan hasil musyawarah dalam rencana kegiatan dan anggaran sekolah (RKAS).

“Para orangtua memberikan komentar digrup positif, (yang protes) itu orang tua yang tidak ikut rapat dan tidak tahu. Kalau pun tidak sanggup seharusnya bilang sama komite, dan disini banyak yang meminta pembebasan biaya,” jelas Widi Astuti.

Saat ini, sudah banyak orangtua siswa yang mengajukan keringanan, bahkan penghapusan biaya sumbangan dengan syarat masuk kategori afirmasi, anak yatim piatu, dan anak tidak mampu.

“(Untuk) siswa afirmasi bisa dikurangi jadi Rp2 juta, kalau anak yatim Rp1,5 juta, dan kalau tidak mampu dibebaskan. Dan yang meminta dibebaskan biaya sudah banyak,” terang dia.

Saat ditanya mengapa tidak dipungut seiklasnya, Widi Astuti mengaku jika seperti itu, ada kekhawatiran korlas yang tidak tercapai kebutuhan biayanya.

“Kalau misalnya seiklasnya , kan dari orangtua ada yang ngasih Rp10 ribu, ada yang kasih Rp50 ribu, korlas tidak mau seperti itu. Bagaimana prestasi anak kita, bagaimana kompetensi anak kita sedangkan notabenya anak kita butuh biaya,” ucapnya.

“Sedangkan dana BOS tidak mencukupi untuk semuanya, orangtua sudah paham semua, kalau dulu ada SPP tidak berisik, kalau sekarang kesulitan untuk bisa berjalan semua kegiatan,” tandas Widi Astuti.

Di tempat yang sama, Kepala SMKN 3 Bogor Tatang Komarudin mengaku, jika sumbangan tersebut merupakan ranahnya komite.

“Terkait pungutan tidak kami lakukan, adapun kekurangan pembiayaan operasional dalam rangka peningkatan mutu kualitas yang tidak tercover anggaran pemerintah,” ucap dia.

Dari hasil RKAS, pihak sekolah menyusun kebutuhan anggaran untuk disampaikan kepada komite, dengan kebutuhan sekitar Rp4 Miliar per tahun.(ded)

Penulis: Dede

Editor: Rany Puspitasari