25 radar bogor

Manfaatkan Limbah Pangan, Tim PKM-K IPB University Produksi Fitomin

Hasil inovasi mahasiswa IPB University

BOGOR-RADAR BOGOR, Sekelompok mahasiswa IPB University berhasil meraih pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa-Kewirausahaan (PKM-K) tahun 2023, yang diselenggarakan oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikburistek) Republik Indonesia.

Tim PKM-K ini diketuai oleh Shella Febby Anggraini dari Departemen Agronomi dan Holtikultura yang beranggotakan Achmad Ibrahim, Arum Setiyo Wati, Qibtiyatul Masruroh dari Departemen Agronomi dan Holtikultura, dan Balqis Naila Ath-Thifa dari Departemen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan.

Kelimanya dibimbing oleh Dr. drh. Yusuf Ridwan, M.Si., dosen Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis IPB University bidang Ilmu Penyakit Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner. Produk yang diinovasikan oleh tim PKM-K ini bernama Fitomin.

Fitomin merupakan pakan fitobiotik untuk mempermudah pencegahan helminthiasis (penyakit cacingan) serta mengurangi bau feses pada kucing dengan berbasis limbah pangan, yaitu tulang ayam dan biji pepaya.

Baca juga: Pegawai BSIP Kementan jadi Lulusan Doktor Tercepat di IPB University, Raih IPK 4.00

Produk ini diinisiasi karena melihat tingginya tingkat prevalensi cacingan pada kucing di berbagai daerah di Indonesia seperti di Kota Bogor yang mencapai 35%. Penyakit cacingan pada kucing memiliki dampak yang berbahaya seperti anemia, malabsorbsi usus, penurunan imunitas, dan menyebabkan bau feses lebih menyengat.

Berbekal ilmu pengetahuan dan dengan melihat kondisi di sekitar, tulang ayam dan biji pepaya yang merupakan limbah pangan manusia yang tidak termanfaatkan dengan baik dijadikan bahan penyusun produk Fitomin.

Hal tersebut dikarenakan biji pepaya merupakan salah satu fitobiotik karena mengandung zat fitokimia sehingga dinilai dapat mengatasi cacingan pada kucing. Adapun bahan lain yang digunakan yaitu tepung gandum, daging ayam, minyak jagung, minyak salmon, kacang tanah, dan diperkaya dengan alfalfa untuk menjaga kesehatan bulu kucing.

Produk ini dibandrol dengan harga Rp 30.000,- per 500 gram. Sejauh ini Tim PKM-K memasarkan produknya melalui sosial media, market place, business to business, dan mengikuti kegiatan bazar.

“Harapan kedepannya produk kami dapat menjadi solusi yang efektif dalam penanggulangan masalah cacingan dan bau feses pada kucing kesayangan sehingga produk kami dapat menjadi produk favorit yang bisa menyebar ke seluruh daerah di Indonesia.” Ujar Shella, selaku ketua tim Fitomin PKM-K IPB Univesity. (*)

Editor: Rany Puspitasari