25 radar bogor

Perumda Tirta Pakuan Laporkan Kasus Dugaan Pengrusakan Pipa di Jembatan Ledeng

Tirta Pakuan
Perumda Tirta Pakuan baru-baru ini melaporkan kasus pengrusakan pipa di Jembatan Ledeng ke pihak kepolisian.

BOGOR-RADAR BOGOR, Polemik ahli waris dengan Perumda Tirta Pakuan terkait pipa air yang diklaim melintas di tanah milik warga di Kampung Muara Lebak, Jembatan Ledeng, RT 03/010, Kelurahan Pasir Jaya, Kecamatan Bogor Barat, berbuntut panjang.

Baca Juga : Air di Kota Bogor Dikeluhkan Berbau, Begini Penjelasan Perumda Tirta Pakuan

Perumda Tirta Pakuan baru-baru ini melaporkan kasus tersebut ke pihak kepolisian atas dugaan pengrusakan pipa.

Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota, Kompol Rizka Fadhila membenarkan adanya laporan tersebut. Menurut dia, laporan dugaan pengrusakan pipa saat ini tengah ditangani Jajaran Satreskrim Polresta Bogor Kota.

“Ya ada laporan terkait pengrusakan pipa di wilayah RW 10 Kampung Muara Lebak, Jembatan Ledeng oleh Perumda Tirta Pakuan,” kata Kompol Rizka Fadila, Senin (9/10/2023) lalu.

Menurut dia, Polisi juga telah melakukan pengecekan ke lokasi kejadian serta pemeriksaan saksi-saksi sekitar lokasi.

“Pihak-pihak yang dilaporkan juga, sudah kita dilayangkan surat undangan klarifikasi atau surat pemanggilan untuk dimintai keterangannya. Sementara, hanya itu yang bisa kami sampaikan,” ucap dia.

Diketahui kasus ini bermula dari polemik ahli waris dengan Perumda Tirta Pakuan. Di mana, salah satu warga mengklaim jika pipa milik perusahaan plat merah itu berada di lahan miliknya.

Kejadian ini juga menyebabkan terjadinya kebocoran pipa yang diduga dilakukan oleh pihak ahli waris. Bidang Teknik Perumda Tirta Pakuan yang hendak melakukan perbaikan pada Selasa (10/10/2023), tak bisa dilakukan karena adanya pencegahan dari pihak yang mengaku pihak ahli waris lahan.

Polisi yang ada di lokasi pipa bocor pun tidak bisa berbuat banyak. Tim Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor akhirnya berkoordinasi dengan aparat Kepolisian, untuk menentukan apakah tetap dilanjutkan perbaikan atau ditunda. Setelah berdiskusi, akhir perbaikan pipa diputuskan untuk ditunda karena untuk menjaga kondusifitas di lapangkan.

Diketahui, perbaikan pipa harus segera dilakukan agar pelayanan kepada 1.062 pelanggan Tirta Pakuan di wilayah tersebut bisa tetap terlayani.

Menanggapi hal itu, Asisten Manager Perumda Tirta Pakuan Dewi Puspitasari mengatakan, kebocoran pipa di Kampung Muara Lebak tak hanya menyebabkan 1.062 pelanggan yang terdampak.

Baca Juga : Pindahkan Utilitas di Jembatan Otista, Tirta Pakuan Janji Tak Matikan Air di Siang Hari

Sebab, interkoneksi pipa di daerah Empang yang juga mengalirkan air ke wilayah Jabaru serta Darul Quran dan sekitarnya juga akan terkena imbas.

“Jika tidak segera diperbaiki, mungkin lebih banyak lagi pelanggan yang merasakan dampaknya,” tandas dia. (ded)

Reporter : Dede Supriadi
Editor : Yosep