25 radar bogor

KPK Gandeng PPATK Telusuri Kasus Korupsi Kementan, Kapolri Usut Pemerasan SYL

Eks Mentan SYL
Mentan Syahrul Yasin Limpo Penuhi Panggilan KPK

BOGOR-RADAR BOGOR, Kendati Ketua KPK Firli Bahuri sedang terjerat dugaan kasus pemerasan, pemeriksaan kasus korupsi di Kementerian Pertanian (Kementan) tetap berjalan. Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri mengatakan, pihaknya telah bekerja sama dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk mengembangkan pengusutan kasus tersebut.

Baca Juga: Dugaan Syahrul Yasin Limpo Diperas KPK, Ini Tanggapan Jokowi

”PPATK telah menyerahkan laporan hasil analisis (LHA) terkait dugaan tindak pidana korupsi di Kementan kepada KPK,” jelasnya. Data transaksi keuangan tersebut sangat penting untuk membantu tim penyidik. Sebab, data itu bisa menjadi pintu untuk menelusuri aliran uang ke pihak-pihak terkait . ”Juga penting untuk mengoptimalkan asset recovery-nya,” ujarnya.

Sebelumnya, guna mempermudah pemeriksaan, KPK mencekal sembilan orang yang diduga terlibat dalam kasus itu. Mereka dicegah bepergian ke luar negeri hingga enam bulan ke depan atau sampai April 2024. Sembilan orang itu termasuk mantan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL).

Sementara itu, untuk kasus dugaan pemerasan Firli kepada SYL, penyelidik Subdit Tipikor Ditreskrimsus Polda Metro Jaya menelusuri nominal pemerasan tersebut. Direktur Reserse Kriminal Khusus Kombespol Ade Safri Simanjuntak menyatakan, pihaknya belum bisa mengungkap materi penyidikan perkara.

”Mohon maaf, kami belum bisa share kepada rekan-rekan sekalian,” kata Ade kemarin. Yang jelas, enam saksi telah diperiksa, termasuk SYL. Ade menjamin proses hukum pada kasus tersebut dilakukan profesional. ”Salah satu saksi lainnya yang diperiksa adalah Kapolrestabes Semarang Kombespol Irwan Anwar,” ujar Ade.

Ade belum menjelaskan maksud pemeriksaan Kombes Irwan. Dia mengatakan, pihaknya akan kembali mengklarifikasi Kombes Irwan. ”Setelah tahap sidik ini, akan diagendakan pemanggilan terhadap yang bersangkutan untuk dimintai keterangan sebagai saksi,” ujarnya.

Dalam kasus itu, diduga terjadi pelanggaran sebagaimana diatur dalam Pasal 12E atau Pasal 12B atau Pasal 11 UU 31/1999 sebagaimana telah diubah dengan UU 20/2001 tentang Perubahan atas UU 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 65 KUHP. Hingga kemarin, polisi masih merahasiakan identitas pelapor kasus pemerasan itu.

Pada bagian lain, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan telah menurunkan tim asistensi dari Mabes Polri ke Polda Metro Jaya. Dengan begitu, penanganannya akan profesional. Bahkan, bila ada lembaga yang ikut mengawasi juga diperbolehkan. ”Saya minta penyidik cermat dan hati-hati,” paparnya.

Berlanjutnya kasus atau tidak bergantung pada pelapor. Hal itu merupakan hak pelapor yang kemudian diuji penyidik. ”Polri akan transparan dalam menangani kasus ini,” ujarnya.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima kedatangan SYL di Istana Merdeka, Jakarta, tadi malam. Pertemuan itu hanya diikuti Jokowi, SYL, dan Mensesneg Pratikno.

Pertemuan berlangsung cukup singkat. Dengan mengenakan batik lengan panjang, SYL tiba di kompleks Istana Negara sekitar pukul 18.35 WIB. Dia masuk tidak lewat akses para menteri seperti biasanya. Tetapi langsung dari pintu masuk Kemensetneg. Sekitar pukul 19.20 WIB pertemuan selesai.

Tadi malam SYL menyampaikan pesan tertulis ihwal pertemuannya dengan Jokowi. Dia menyampaikan terima kasih dan pamit pada Jokowi. ”Karena tidak dapat membantu beliau sampai akhir masa jabatan,” katanya.

Baca Juga: Hari Rabies se-Dunia, DKPP Bersama BSIP PKH Gelar Vaksinasi Gratis 300 Dosis

Sebagai bentuk tanggung jawab pada presiden, SYL juga menyampaikan laporan kinerja selama menjadi menteri pertanian sejak 2019–2023. ”Tentang proses hukum yang sedang berjalan ini, saya sampaikan bahwa saya akan menghadapi hal tersebut secara kooperatif,” jelasnya. (jpg)

Editor: Yosep/Alma-Radar Bogor