25 radar bogor

Jokowi Minta LRT Masuk ke Kota Bogor, Dishub Pastikan Bakal Berhenti di Terminal Baranangsiang

Presiden Jokowi saat meninjauh pembangunan LRT Jabodebek

BOGOR-RADAR BOGOR, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor memastikan pembangunan kereta ringan, atau Light Rail Transit (LRT) ke Kota Bogor nantinya akan berhenti di kawasan Baranangsiang.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor Eko Prabowo. Menurut dia, Pemkot Bogor menyambut baik pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang meminta para menterinya, untuk mengkaji pembangunan jalur kereta ringan atau LRT, ke Kota Bogor dan Manggarai.

“Ya, itu memang sudah ditunggu-tunggu, sejak 2018 diserahkan (aset) Terminal Barangsiang ke pemerintah pusat, itu gayung bersambut, LRT berhenti di Baranangsiang,” kata pria yang kerap disapa Danjen.

Baca juga: Jokowi Minta LRT Sampai ke Manggarai dan Kota Bogor, Begini Respon Bima Arya

Menurut dia, penyerahan pengambilalihan pengelolaan aset terminal Baranangsiang (tipe A) dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor ke Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sudah ditandatangani Wali Kota Bogor Bima Arya sejak 12 Februari 2018.

Penyerahan ini berdasarkan Undang-Undang (UU) Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah yang menyatakan bahwa pengelolaan terminal tipe A merupakan urusan pemerintah pusat, dalam hal ini Kemenhub melalui Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ).

Danjen menjelaskan, jika LRT masuk ke Kota Bogor tentunya ini sejalan dengan penataan transportasi di wilayahnya terlebih di Baranangsiang.
Sebab, pembangunan berorientasi Transit Oriented Development (TOD) di Baranagsiang menjadi modal transportasi terpenting untuk pengembangan pergerakan transportasi di Kota Bogor sendiri.

Jauh sebelum ini, dijelaskan Danjen pemerintah pusat saat itu masih abu-abu siapa pihak ketiga yang akan menjalankan pembangunan LRT baik oleh BUMN, atau investor luar.

Akan tetapi, dengan adanya statmen Jokowi yang menyebutkan LRT sampai ke Kota Bogor merupakan fase atau titik dimana menjadi proyek strategis nasional (PSN) yang harus dituntaskan hingga massa jabatanya.

Baca juga: Tiga Hari Beroperasi, LRT Jabodebek Dilaporkan Alami Gangguan

“(Akan berhenti di Terminal Baranangsiang) kan sudah ada kajiannyan, memang satu sisi masih ada yang bilang Tanahbaru tapi sisi lain adalah itu (Terminal Barangsiang), dengan nanti berkenaan dengan trem menyambut itu, salah satu titik simpul gerbong di Barangsiang,” ucap dia.

Kepastian lainnya LRT berhenti di Terminal Barangsiang, disampaikan Eko Prabowo, adalah pada saat rapat dengan BPTJ Jabodetebek dimana tertuang dalam Rencana Induk Transportasi Jabodetabek.

“Hanya waktu itu masih apakah KPBU alias Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha atau memang pemerintah murni yang membiayai atau BUMN murni, ini kan berarti pak Jokowi sudah mengatakan seperti itu penugasan sudah ada di Kemenhub,” jelasnya.

Pada kesempatan itu, Eko Prabowo menyambut baik rencana tersebut karena transportasi di Kota Bogor akan smakin tertata sekaligus memperkuat rencana revitalisasi Barangsiang yang menjadi simpul terpenting untuk TOD.

Baca juga: LRT Jabodebek Resmi Beroperasi Hari Ini, Berikut Rute, Tarif dan Kantong Parkir

“Ya, kemarin informasi BPTJ seperti itu (akan direvitalisasi) karena peninjauan bangun guna serahnya atau BOT yakni 20-30 tahun, dan pihak ketiga masih menginginkan di mulai dari titik 0,” ucapnya.

“Dishub Kota Bogor memberikan saran agar ada simultan, artinya LRT dibereskan kemudian Terminal Barangsiang juga dibereskan supaya TOD Ciamik dan cantik. Semakin banyak pemerintah menyiapkan berbagai model pergerakan masyarakat untuk naik transportasi maka pemerintah dikatakan semakin berhasil memberikan pelayanan di bidang transportasi,” sambung Danjen.

Adapun, penyediaan layanan transportasi publik ini tentunya sejalan dengan penanganan lemacetan Jakarta dan polusi udara yang dinilai kurang baik.(ded)

Penulis: Dede Supriadi
Editor: Rany Puspitasari