25 radar bogor

Koordinasi Baik, Tujuh Rumah Sakit hingga Dua Puskesmas di Kota Bogor Diganjar Penghargaan

BOGOR-RADAR BOGOR, PR Konsorsium Penabulu Stop TB Partnership Indonesia (STPI) Implemen Unit (IU) Kota Bogor memberikan penghargaan kepada fasyankes terbaik, dan kader terbaik di Kota Bogor.

Penghargaan diberikan kepada tujuh rumah sakit, dan dua puskesmas yang berada di wilayah Kota Bogor atas dedikasinya membantu PR Konsorsium Penabulu (STIP) dalam menanggulangi TBC.

Staff Program Eliminasi TBC dari NGO, STPIP Pena Bulu Sarah Anggiani mengatakan, kegiatan ini untuk mendukung pendekatan District-Based Public-Private Mix (DPPM). Di mana PR Konsorsium Penabulu STPI ikut serta mengambil peran dalam memperkuat jejaring layanan TBC, serta pendampingan pasien berbasis komunitas.

“Kegiatan hari ini pertemuan dengan jejaring Distrik Public Private Mix (DPPM) yaitu pertemuan antara swasta dengan pemerintah,” kata Sarah Anggiani kepada wartawan disela-sela kegiatan di Gedung DPRD Kota Bogor, Kamis (5/10/2023).

Sarah Anggiani menjelaskan, rumah sakit dan puskesmas yang diundang adalah yang dinilai memiliki koordinasi yang baik, sehingga mereka layak mendapatkan penghargaan.

Baca juga: Peduli Stunting, RS Azra Berikan Telur Kepada Warga di Sekitar Rumah Sakit

Adapun, rumah sakit yang mendapatkan penghargaan yakni RSUD Kota Bogor, RS Melania, RS Marzuki Mahdi, RS PMI, RS Medika Darmaga, RS Azra, dan terakhir RS UMMI.

“Mereka koordinasinya terbaik versi kami, untuk pelacakan pasien mangkir atau pasien putus berobat. Jadi ada pasien yang putus berobat, kami lacak melalui kader dan data dari rumah sakti,” ucap dia.

Menurut dia, dari 25 puskesmas yang ada di Kota Bogor, dua diantaranya dinilai terbaik yakni Sindang Barang, Kecamatan Bogor Barat, dan Puskesmas Bogor Selatan.

“Sindang Barang itu salah satu kantong TB, dengan temuan kasus positif terbanyak. Kalau untuk investigasi kontak atau pelacakan kasus di keluarga ada positif atau tidak kami berikan apresiasi kepada Puskesmas Bogor Selatan, baik kader maupun petugasnya puskesmas,” papar dia.

PR Konsorsium Penabulu STPI IU Kota Bogor, dijelaskan Sarah Anggiani memiliki strategi upaya meningkatkan peran OMS dan komunitas terdampak TBC dalam memengaruhi Pemerintah
Daerah dalam mengeliminasi TBC melalui pendekatan multi-sektor.

Salah satunya adalah mendorong keterlibatan peran Legislatif dan Eksekutif di daerah. Keterlibatan ini penting untuk mendorong munculnya kebijakan dan dukungan pemangku kepentingan dalam eliminasi TBC di daerah.

Salah satu komponen pemersatu pemerintah daerah dalam menanggulangi TBC adalah adanya indikator SPM kesehatan yang mencantumkan isu TBC.

Sarah Anggiani mengatakan PR Konsorsium Penabulu STPI, sudah berjalan pada periode 2021-2023. Oleh karenanya, pihaknya akan melakukan pertemuan komunitas dan pemangku kepentingan jejaring DPPM, untuk memberikan penghargaan kepada Fasyankes terbaik dan kader terbaik di Kota Bogor.

Baca juga: Sambut Anak Kedua, Atta Halilintar dan Aurel Sudah Booking Kamar Rumah Sakit

“(Sebenarnya) tujuan kami ingin mensinergikan kembali antara DPPM, bahwa kami sama-sama di bawah Dinkes Kota Bogor, dan ada 21 RS yang bekerjasama dengan Pena Bulu, dan 25 Puskesmas,” ucap dia.

Saat ini, Sarah Anggiani menambahkan jika ada program baru yakni pelacakan dari kader, untuk mendapat dukungan dari Puskesmas melalui aplikasi Si Geulis.

“Mulai berjalan bulan ini. Nanti kader melacak menggunakan aplikasi di smartphone. Saat ini baru ada satu kelurahan satu kader, kedepan ditargetkan ada 1 RW satu Kader,” katanya.

“Jadi RW siaga TBC, targetnya 700-an. Saat ini baru 55 kader dan Oktober baru 25 kader. Pelacakan itu, apabila satu rumah ada yang positif, keluarganya di tracking sama dengan Covid-19 lalu,” sambung dia.

Lebih lanjut, Sarah Anggiani mengatakan saat ini pihaknya terus melakukan upaya eliminasi TBC di Kota Bogor.

“TBC itu bisa disembuhkan, bukan penyakit keturunan. Kalau pengobatan tuntas baik 6 sampai 9 bulan, bisa disembuhkan. Temuan kasus positif versi Pena Bulu sudah ada 912 orang. Itu pasien yang melakukan pengobatan diluar itu masih banyak,” ucap dia.

Adapun, kegiatan tersebut hadiri Subkor P3MS Dinkes Kota Bogor, dr Tengku Yenni Febrina, SR Manager Jawa Barat Konsorsium Komunitas Penabulu STP Bambang Eko Budi Yanto, dan Anggota Komisi IV DPRD Kota Bogor Sri Kusnaeni.(ded)

Penulis: Dede
Editor: Rany Puspitasari