25 radar bogor

Soal Kasus Aset Pemda di Tamansari, Camat Bakal Lakukan Mediasi

Lahan Desa Sukajadi Tamansari yang diduga dicaplok Highland Park Resort dan akan ditempuh jalur hukum. (Radar Bogor/Arif Al Fajar)
Lahan Desa Sukajadi yang diduga dicaplok Highland Park Resort dan akan ditempuh jalur hukum. (Radar Bogor/Arif Al Fajar)

TAMANSARI-RADAR BOGOR, Kasus dugaan pencaplokan aset Pemda berupa tanah oleh The Highland Park Resort kini jadi atensi Pemerintah Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor.

Baca Juga : Kades Sukajadi Sebut The Highland Park Resort Diduga Caplok Lahan Pemda

Dalam waktu dekat Camat Tamansari bakal memanggil Managemen Highland Park Resort dan Kepala Desa Sukajadi, Ade Gunawan.

“Kami merencanakan untuk memediasi antara pemerintah Desa Sukajadi dan manajemen Highland Park Resort soal kasus ini,” kata Camat Tamansari Yudi Hartono kepada Radar Bogor Rabu (4/10/2023).

Sementara itu, Kepala Desa Sukajadi, Ade Gunawan mengaku siap dikonfrontir perihal aset desa yang dikuasai oleh The Highland Park Resort. “Kami sangat siap kapanpun,” kata Ade kepada Radar Bogor Rabu (4/10/2023).

Ade mengatakan, pemerintah Desa Sukajadi juga sudah mengirimkan surat ke Kecamatan Tamansari perihal aset desa yang dikuasai oleh The Highland Park Resort.

Diberitakan sebelumnya, lahan aset pemerintah daerah Desa Sukajadi, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, diduga dicaplok The Highland Park Resort .

Pemerintah Desa Sukajadi mencatat, lahan yang diduga dicaplok oleh hotel yang berada di kaki Gunung Salak itu seluas 6000 meter. Lokasinya di RT 02/05.

Dikonfirmasi, General Manager Highland Park Resort I Made Chandra Wiyanto mengaku tidak ada pencaplokan lahan. “Itu punya kita. Mana masuk Pemda, ini ada sertifikatnya,” katanya.

Baca Juga : Pemdes Sukajadi Bakal Gugat The Highland Park Resort, Penyebabnya Ini

Made juga mengklaim bahwa, kedua lahan yang disebut tuker guling itu semuanya milik Highland. Kata dia, kedua lahan tersebut sudah dibeli oleh owner The Highland Resort.

“Lahan kami dulu dipakai main bola. Waktu mau kami bangun, kami prihatin warga gak bisa main bola. Jadi bukan tuker guling, tanahnya kami beli dua duanya,” tukasnya. (all)

Editor : Yosep