25 radar bogor

Rugi Ratusan Juta, Pemilik Kios di Pasar Leuwiliang Hanya Bisa Pasrah

Pedagang menyelamatkan sisa barang pasca terjadi kebakaran di Pasar Tradisional Leuwiliang yang tebakar pada Rabu malam (27/9), Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Kamis (28/9/2023). Akibat kebakaran tersebut seribu kios hangus terbakar hingga mengalami kerugian Miliaran Rupiah, menurut pengelola pasar terdapat 590 kios, 641 lapak serta 835 pedagang menggunakan tenda. Foto : Radar Bogor / Hendi Novian

LEUWILIANG-RADAR BOGOR, Kebakaran besar di Pasar Leuwiliang, hampir menghanguskan semua lapak pedagang yang ada.

Perumda Pasar Tohaga pun hingga kini masih mendata jumlah lapak atau kios pedagang yang ludes dilalap api, yang membakar Pasar Leuwiliang sejak Rabu malam (27/9/2023).

Menurut pantauan Radar Bogor, hanya sebagian kecil pedagang yang bisa menyelamatkan barang dagangannya.

Selebihnya hanya bisa pasrah melihat kondisi kios mereka yang sudah hangus sejak pagi tadi (28/9/2023).

Salah satunya pemilik kios Eka Putra.Dia mengaku pasrah dengan keadaan.

“Kalau begini tidak ada solusi apapun, dan saya tak memiliki apa-apa,” ungkap Eka ketika ditemui wartawan, Kamis (28/9/2023).

Dia menjelaskan, tempat usahanya yang ludes terbakar berada di Blok AAK nomor 168. Lapaknya itu habis dilalap api.

“Kami hanya berharap, pemerintah memfasilitasi lagi pembangunan lapak untuk kami berjualan,” jelasnya.

Baca juga: 1.580 Lapak Pedagang Pasar Leuwiliang Ludes, Perumda Pasar Tohaga Lakukan Investigasi

Hal serupa dialami pedagang bernama Yuli (30).

“Toko saya berada di blok 168 dan saya mempunyai dua blok diurus suami, dan perkiraan kerugian lebih dari Rp 300 juta, karena toko satunya menjual baju dengan harga mahal,” tegasnya.

Sementara pedagang lain yang juga hangus terbakar kiosnya, Edong mengaku ketika kejadian sedang berada di rumah yang lokasinya dibelakang pasar.

“Saya dapat info pukul 20.30 blok B terbakar, dan saat menyelamatkan barang, ternyata api semakin membesar,” ucapnya.

Memiliki dua kios terpisah, Edong mengaku satu hangus, satu lagi selamat.

“Satu blok masih selamat, untuk satu lagi hangus tak tersisa semua,” kata Edong.(Abi)

Penulis: Abi

Editor: Rany Puspitasari