25 radar bogor

Jokowi Minta LRT Sampai ke Manggarai dan Kota Bogor, Begini Respon Bima Arya

LRT yang akan beroperasi di Jabodebek. (Radar Bogor/Rivaldi)

BOGOR-RADAR BOGOR, Wali Kota Bogor Bima Arya angkat suara terkait pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang meminta para menterinya, untuk mengkaji pembangunan jalur kereta ringan atau LRT, ke Kota Bogor dan Manggarai.

Bima Arya mengatakan, sejauh ini Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor masih menunggu arahan pemerintah pusat, terkait dengan rencana jalur LRT yang akan sampai ke Kota Bogor.

Menurut dia, selama ini Pemkot Bogor sudah sejak lama menyiapkan rencana LRT yang akan ke Kota Bogor.

“Ya sebetulnya kan kita sudah membicarakan ini sejak 2014. Makanya kemudian kita konsepkan trem, kita pikirkan depo untuk LRT-nya. Jadi Kota Bogor menyambut baik. Kita ingin sinkron,” kata Bima Arya.

Baca juga: LRT Jabodebek Resmi Beroperasi Hari Ini, Berikut Rute, Tarif dan Kantong Parkir

Saat ini, Proyek LRT Jabodebek sendiri baru menghubungkan Jakarta ke Bekasi (Stasiun Jati Mulya) dan Depok (Stasiun Harjamukti).

Bima Arya menjelaskan, sebelumnya sudah ada kajian bahkan UU yang juga menyebutkan secara gambling, bagaimana LRT, dan ujungnya ada di mana.

Sehingga dengan adanya perintah Presiden Jokowi yang meminta jajaranya untuk mengkaji pembangunan LRT ke Kota Bogor, Pemkot Bogor hanya tinggal melanjutkan saja.

“Kan dulu sempat ada dua opsi antara di Bogor Utara atau ke Baranangsiang. Saya kira ini tinggal melanjutkan saja. Dari 2014 kami sudah tahu bahwa itu akan masuk Kota Bogor. Tapi kapannya itu kan tergantung pemerintah pusat semuanya,” ucap dia.

Wali Kota Bogor menyebut saat ini bolanya ada di pemerintah pusat, baik anggaran, hingga pembangunanya.

Sedangkan, untuk Kota Bogor adalah menyiapkan LRT dengan moda transportasi publik Trem.

“Bola yang di kita adalah trem. Jadi kalau LRT masuk, itu angkotnya harus hilang. Karena nanti kan kusut,” imbuh dia.

Oleh karenanya, dijelaskan Bima Arya, Pemkot Bogor harus menyiapkan konsep penataan transportasi ke depan, agar tidak krodit, sembari meminta komitmen dari Pemerintah Pusat.

“Kalau LRT masuk artinya setiap beberapa menit sekali akan ada kereta ke Jakarta pulang-pergi Bogor. Artinya orang dari Kabupaten, Cianjur, kan akan ke Baranangsiang semua,” ungkap dia.

“Kalau angkotnya nggak diberesin, tremnya nggak diciptakan, susah. Jadi ini perlu juga komitmen pusat untuk mengkoneksikan LRT dengan moda transportasi domestik di Kota Bogor,” tandas dia.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menginstruksikan timnya untuk segera melakukan studi terkait rencana pengembangan jalur light rail transit (LRT) dari Jabodebek hingga Kota Bogor.

Hal itu disampaikannya usai menjajal LRT Jabodebek dari Stasiun Harjamukti hingga Stasiun Dukuh Atas pada Kamis (3/8).(ded)

Penulis: Dede

Editor: Rany Puspitasari