25 radar bogor

Pengmas UI, Optimalisasi Produksi UMKM Ecoprint di Kota Bogor

Pengmas
Mahasiswa Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya UI Sabtu (23/9) akhir pekan lalu melaksanakan pengmas di masyarakat Kota Bogor dan didanai kampus UI.

BOGOR – RADAR BOGOR, Tiap univeritas saat ini meluncurkan program pengabdian dan pemberdayaan masyarakat atau pengmas. Tanpa kecuali dengan Universitas Indonesia. Pengabdian kepada masyarakat adalah salah satu poin dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yang mewajibkan dosen dan mahasiswa turut mengikutinya.

Baca Juga : Aryan Ecocraft, Ecoprint Asal Bogor Ikut Serta Inacraft 2023

Mahasiswa Fakultas Ilmu Pengetahuan Budayabe UI Sabtu (23/9/2023) akhir pekan lalu, melaksanakan pengmas di masyarakat Kota Bogor dan didanai kampus.

Pengmas tersebut diketuai, seorang dosen dan juga Ketua Program Studi (Kaprodi) Jepang, Filia. Pengmas kali ini bertema Optimalisasi Produksi UMKM Ecoprint di Kota Bogor.

Dalam program tersebut, tidak hanya teori peserta juga mendapatkan kesempatan mempraktekkan praktel pembuat sapu tangan dari bahan yang menjadi materi praktek.

Ada belasan orang peserta dan pelaksana program menghadirkan pelatih yakni Shibori by Susie di Kedai Air Mancur, Jalan RE Martadinata Bogor

Filia mengatakan, bahwa pendidikan dan penelitian tidak akan terjadi nyata kalau pengabdian kepada masyarakat tidak diimplementasikan untuk menyelesaikan berbagai permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat.

Memilih Bogor sebagai pengmas dengan tema Ecoprint sesuai dengan simber daya alam (SDA) berupa dedaunan disekitar lingkung.

Tidak hanya sampai pembuatan, nantinya dan juga Susie sebagai pelatihan akan mendapatkan pendampingan untuk tahapan berikutnya.

Baik itu memulai produksi, promo hingga peserta mampu memberikan sesuatu. Bahkan bisa menjadi pelaku UMKM yang sukses dan maju. Dengan pelatihan tersebut makin banyak yang bisa membuat ecoprint dan nantinya bisa memproduksi lebih banyak lagi. “Makin banyak yang bisa produksi kain Ecoprint, harga tidak lagi setinggi sekarang. Bisa seperti batik atau jenis lain,” ungkap Filia.

Tambah Filia, kegiatan pengmas juga pada akhirnya menjadi inspirasi untuk bergulirnya kembali kegiatan penelitian inovasi yang lebih lanjut, dalam rangka untuk menyelesaikan masalah dan tantangan yang dihadapi di tengah-tengah masyarakat.

Sejauh ini Universitas Indonesia telah melaksanakan pengabdian masyarakat dalam dua bentuk, yakni secara langsung dalam artian memberikan layanan dan produk secara langsung ke masyarakat.

Bentuk pengabdian masyarakat dalam konteks memberdayakan yang berarti masyarakat tidak hanya dipenuhi kebutuhannya, melainkan ditingkatkan secara kemampuan maupun produksi.

Baca Juga : Prospek Batik Ecoprint di 2023, Optimis Tumbuh Pesat 

Tim diatas Fili tidak sendiri dan didampingi dosen lain yang merupakan gabungan dari dosen berbagai prodi. Ada 4 prodi di dalamnya, prodi Jepang, Jerman, Indonesia dan Filsafat.

Tim yang lain, Sonya Puspasari Suganda, Dien Novita, Didit Dwi Subagio, Herdito Sandi Pratama, dan 2 mahasiswa yakni Mira Jihan Rozdiana dan Farrel Attala Amrullah. (mer)

Editor : Yosep