25 radar bogor

Pencemaran Sungai Cileungsi Berlarut, Bupati Iwan Setiawan Dianggap Tak Serius

Pencemaran Sungai Cileungsi
Aliran sungai Cileungsi nampak hitam tercemar limbah. Foto : Radar Bogor / Hendi Novian

CILEUNGSI-RADAR BOGOR, Pencemaran Sungai Cileungsi yang terjadi lebih dari tujuh tahun itu, mengundang sorotan berbagai pihak.

Salah satunya yang ikut menyorot persoalan pencemaran Sungai Cileungsi, adalah Ketua Markas besar Bogor (MPB) Atiek Yulis.

Menurut dia, pencemaran Sungai Cileungsi, tidak terlepas dari kurang tegasnya pemerintah Kabupaten Bogor. Hal itu lantaran menurut dia, pencemaran Sungai Cileungsi dibiarkan terus berlarut-larut.

Kata dia, ketegasan pemerintah Kabupaten Bogor menjadi hal paling penting untuk menjaga Sungai Cileungsi, dari pencemaran limbah pabrik dan industri.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Bogor, melalui tim gabungan harus melakukan sidak, mendatangi semua perusahaan di sekitaran sungai di sana.

“Dicek semua alur pembuangan limbahnya satu persatu, jangan mudah percaya dari perusahaan-perusahaan itu. Jika dilakukan sidak ke semua, yakin akan dapat para pelaku perusahaan yang nakal itu,” katanya kepada Radar Bogor Senin (25/9/2023).

Atiek memaparkan, Pemkab Bogor bisa memasangan CCTV di setiap pembuangan limbah perusahaan. Dengan demikian, semua perusahaan yang mengunakan media lingkungan seperti sungai, bisa terpantau.

Sehingga, pabrik atau perusahaan tersebut tidak bisa mengelak saat sengaja buang limbah ke sungai cileungsi.

“Kalau serius menangani, pemerintah bisa pasang CCTV di semua perusahaan di titik pembuangan limbah di dalam dan di luar perusahaan mereka, CCTV dikendalikan oleh DLH, satpol PP, polres, kodim dan bila perlu Bupati sendiri yang monitor langsung,” papanya.

Atiek pun meminta, Bupati Bogor Iwan Setiawan untuk bertindak tegas. Apalagi, bupati mengklaim, memiliki data dan mengantongi perusahan yang membuang limbah di Sungai Cileungsi.

“Jika Bupati sudah mengantongi daftar perusahaan yang nakal, maka ketegasan harus dilakukan, jangan karena banyak buruh yang butuh pekerjaan, tapi malah masyarakat dan lingkungan dirugikan. Pemerintah harus memikirkan dampak lingkungan yang meluas,” ujarnya.

Masih kata Atiek, jika tidak ada ketegasan dari Bupati, maka perusahan pencemar Sungai Cileungsi ini leluasa, karena dianggap ada pembiaran.

“Kejadian ini bukan baru dilakukan mereka, tapi sudah bertahun-tahun, harus ada ketegasan, pidana dan sanksi denda mahal untuk mereka,” papanya.

Atiek juga menyebutkan, penangan Sungai Cileungsi ini bisa menjadi kesempatan bagus bagi Bupati Bogor, untuk memberi kenangan kepada masyarakat di sisa masa jabatannya.

“Dengan memberi sanksi semua kejahatan para pelaku-pelaku usaha yang nakal, tanpa melihat siapa mereka dan dibelakang biar jera. Masyarakat sudah menunggu ketegasan bupati, sebelum masalah baru terus bermunculan,” tukasnya. (all)

Penulis: Arifal

Editor: Rany Puspitasari