25 radar bogor

BEM se-Bogor Memaksa Masuk Istana Bogor, Ingin Sampaikan Ini ke Jokowi

BOGOR-RADAR BOGOR, Puluhan mahasiswa mengatasnamakan BEM se-Bogor menggelar aksi unjuk rasa, di depan Istana Bogor tepatnya di Jalan Sudirman pada Senin (25/9/2023).

Dengan beratribut almamater kampusnya masing-masing, dan membawa bendera serta spanduk-spanduk besar, mereka menyuarakan orasinya.

Aksi yang dimulai sejak pukul 16.00 WIB itu, sempat beberapa kali diwarnai dengan sejumlah gesekan, antara mahasiswa dengan aparat kepolisian. Para peserta aksi menerobos kawat berduri yang sudah dipasang melintang, menutupi ruas Jalan Sudirman.

Aksi saling dorong juga beberapa kali terjadi, lantaran peserta aksi memaksa masuk ke Istana Bogor, untuk bertemu, dan berdialog dengan Presiden Joko Widodo. Namun pihak kepolisian bersikukuh mencegah hal itu.

Koordinator BEM Se-Bogor, Achmad Sobari menjelaskan, aksi yang digelar bertujuan menuntut sejumlah masalah, dan kasus yang tengah terjadi di Indonesia. Meliputi masalah pertanian, hingga konflik di Pulau Rempang, Batam, Kepulauan Riau.

Baca juga: Bogor Dayeuh Ulama Bela Rempang, Wakil Ketua DPRD Janji Bawa ke Pusat

Menurutnya, rancangan pembangunan Rempang Eco-City telah menghadirkan huru-hara, dan mengoyak perasaan masyarakat Rempang. Tindakan pemerintah yang dinilainya terlalu memaksakan rencana itu, dinilai tidak memikirkan nasib masyarakat di daerah tersebut.

“Imbas kekacauan yang terjadi juga banyak membuat masyarakat yang terdampak, bahkan dari segi Pendidikan anak-anak yang sedang menjalankan proses pendidikan, harus terkena dampak buruk Kesehatan dari lemparan gas air mata, yang nyasar ke sekolahnya. Para orang tua juga mendapatkan hantaman keras di wajahnya dari para aparat kepolisian pada saat kejadian sengketa,” ujarnya.

Oleh karena itu, dirinya meminta agar masalah tersebut diselesaikan dengan segera, agar masyarakat dapat mampu kembali percaya dengan pemerintah.

Selain konflik Rempang, para mahasiswa juga menuntut Presiden Jokowi untuk melestarikan sistem pertanian subsisten, meninjau kembali sistem korporasi petani secara menyeluruh, dan membergentikan titik perluasan program food estate.

Mereka juga menuntut pemerintah membatasi keran impor, serta mengatasi masalah rantai pasok dengan segera, mewujudkan land reform sejati, menghentikan perampasan lahan, dan menghentikan kegagalan sistem dalam proyek strategis nasional. (fat)

Penulis: Reka Faturachman

Editor: Rany Puspitasari