25 radar bogor

Kue Dorayaki Seperempat Abad di Kota Bogor, Buruan Warga Bogor

Abdul Majid genap berjualan kue Dorayaki selama seperempat abad di Jalan Mawar, Kota Bogor. (Radar Bogor/Reka Faturachman)

BOGOR-RADAR BOGOR, Tepat di tahun 2023 ini, Abdul Majid genap berjualan kue Dorayaki selama seperempat abad. Kue tradisional Jepang buatannya itu memang tersohor dengan kelezatannya.

Pembeli dari berbagai umur silih berganti datang menyambangi gerobaknya. Tak kurang dari 300 panekuk ia jual habis setiap harinya.

Baca Juga: Mahasiswa KKN-T IPB University Digitalisasi Pemasaran UMKM Kue Basah Geulis Bogor

Dorayaki, kue tradisional Jepang ternyata bukan hanya digemari oleh tokoh kartun Doraemon saja. Kue berbentuk bundar ini juga jadi buruan warga Kota Bogor. Untuk sarapan maupun teman ngopi di siang hari.

Salah satu penjaja Dorayaki ternama di Kota Bogor ada di Jalan Mawar, Kelurahan Menteng, Kecamatan Bogor Barat. Lokasinya tepat di depan toko lampu, di sebelah kiri jalan.

Walaupun bukan di jual di kafe atau restoran, Dorayaki yang dijajakan oleh Abdul Majid selalu ramai pembeli.

Teksturnya yang lembut, rasa manis yang pas, dan aroma yang menggoda tampaknya jadi alasan banyak orang sengaja mampir untuk membeli dorayaki buatannya.

Majid mulai berjualan kue Dorayaki sejak tahun 1998. Atau sudah berjalan sekira 25 tahun. Pada awalnya ia hanya membantu rekannya saja, namun karena satu dan lain hal ia akhirnya melanjutkan dagangan itu sendiri.

“Tadinya saya ikut orang, bantu-bantu saja kalau dia sedang pergi. Kemudian ia tidak bisa berjualan lagi, akhirnya saya lanjutkan. Sejak 98 tidak pindah, hanya di Jalan Mawar ini saja,” tuturnya saat ditemui Radar Bogor.

Pria asli Kelurahan Menteng itu ‘menggelar lapak’ sejak pagi hari. Sekira pukul 05.30 hingga menjelang sore hari, pukul 01.30. Tak heran, Dorayaki buatannya laris diburu para pelajar dan pekerja kantoran untuk sarapan.

Baca Juga: Tanggapi Keluhan Pedagang Pasar Sukasari, Ini Penjelasan Perumda PPJ

“Sehari bawa 5 kilogram adonan, 1 kilogramnya bisa menghasilkan 60 kue. Jadi sekira 300 kue habis setiap hari. Biasanya anak sekolah, ibu-ibu pulang dari pasar, atau pesan untuk selametan. Kebanyakan memang sudah jadi pelanggan tetap,” tuturnya.

Harga yang dijualnya memang tak mahal, hanya Rp1500 saja per kue. Jika di Jepang Dorayaki berisi kacang merah, buatan Majid dikreasikan dengan berbagai isian rasa seperti coklat, stroberi, blueberi, dan kismis.(*)

Reporter: Reka Faturachman
Editor: Imam Rahmanto