radar bogor

Tim PKM Dosen Faperta UNIDA Latih Santri Budidaya Hidroponik dan Olahannya

Santri
Tim PKM Dosen Faperta UNIDA menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Peningkatan Ketahanan Pangan dan Keterampilan Santri melalui Penerapan Teknologi Hidroponik dan Olahannya” di Pondok Pesantren Yatim Piatu An Najm, Desa Buniwangi, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi.

SUKABUMI-RADAR BOGOR, Para santri di pondok pesantren biasanya mendapatkan bimbingan ilmu agama secara penuh. Namun di sisi lain, diperlukan juga keterampilan tambahan bagi para santri, dan hal tersebut belum banyak dilakukan karena terbatasnya SDM serta fasilitas yang dimiliki.

Baca Juga : Jelang Kontes Politik 2024, Mahasiswa KKN UNIDA Ajak Pemilih Pemula Beri Hak Suara

Mengatasi permasalahan tersebut, Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Dosen Fakultas Pertanian (FAPERTA) Universitas Djuanda (UNIDA) yang diketuai Nani Yulianti, S.P., M.Si menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Peningkatan Ketahanan Pangan dan Keterampilan Santri melalui Penerapan Teknologi Hidroponik dan Olahannya” di Pondok Pesantren Yatim Piatu An Najm, Desa Buniwangi, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi.

Sejalan dengan tujuan Pondok Pesantren Yatim Piatu An Najm, yaitu mencetak generasi anak asuh yang memiliki komitmen terhadap ajaran Islam yang berkualitas, kreatif, inovatif dan mampu bersaing secara global, maka peningkatan kemampuan soft skill santri sangat diperlukan.

Ketua Kegiatan PKM Dosen FAPERTA UNIDA Nani Yulianti, S.P., M.Si menuturkan bahwasanya kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan ketahanan pangan dan keterampilan Santri di Pondok Pesantren Yatim Piatu An Najm melalui penerapan teknologi hidroponik dan olahannya.

Penerapan budidaya hidroponik, diharapkan dapat memberi keterampilan bagi para santri untuk mengembangkan dirinya dan dapat dijadikan peluang usaha berbasis pondok pesantren kedepannya.

Nani Yulianti, S.P., M.Si mengatakan, selama kegiatan pendampingan, 4 orang mahasiswa dari Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian UNIDA ditugaskan secara khusus tinggal selama satu bulan di Pondok Pesantren untuk membimbing para Santri.

“Setelah dilaksanakan kegiatan pengabdian ini agar para santri mampu menghasilkan sayuran hidroponik minimal untuk memenuhi kebutuhan internal Pondok Pesantren, bahkan lebih baiknya mampu untuk menjual. Sehingga dengan adanya kegiatan PKM dosen ini selain meningkatkan keterampilan juga menumbuhkan jiwa usaha bagi para santri,” ujarnya.

“Terima kasih juga kami sampaikan kepada Ristek Dikti yang telah mendanai seluruh kegiatan pengabdian sehingga dapat berjalan dengan lancar,” sambungnya.

H. Henda selaku Pimpinan Pondok Pesantren An Najm turut memberikan apresiasi dan menyampaikan terima kasih kepada UNIDA yang telah memberikan kepercayaan bagi Pondok Pesantren Yatim Piatu An Najm sebagai mitra pada kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan.

“Kegiatan pemberdayaan seperti ini sangat dibutuhkan agar santri dapat berdaya dan memiliki keterampilan untuk pengembangan dirinya ke depan. Pesan untuk para Santri juga agar dapat serius dalam mengikuti pelatihan hidroponik dan olahannya, supaya ilmu yang didapat benar-benar dapat diterapkan,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Sekertaris Desa Buniwangi, Rizki, mengatakan bahwa pihak desa menyambut baik kegiatan pengabdian terkait hidroponik di Pondok Pesantren An Najm. Hal ini sejalan juga dengan program desa tentang pemberdayaan masyarakat.

“Jika kegiatan budidaya hidroponik ini berhasil, semoga kedepannya ada anggaran dari desa untuk membantu pengembangan program hidroponik di Pondok Pesantren Yatim Piatu An Najm untuk bisa lebih berkembang dan maju,” ungkapnya.

Pada sesi pemaparan materi, Dr. Ir. Mardiah, M.Si menjelaskan mengenai produksi olahan sayuran hidroponik. Dari mulai bagaimana membuat klasifikasi hingga manfaat mengkonsumsi sayuran-sayuran yang mengandung vitamin, mineral, dan zat fitokimia yang bermanfaat bagi tubuh.

“Mengkonsumsi sayuran juga mengurangi resiko kanker, serangan jantung, diabetes, stroke, cacat janin, osteoporosis, dan lain-lain. Hari ini kita juga akan belajar bagaimana proses pengolahan sayuran menjadi minuman segar yang sangat bermanfaat bagi tubuh,” tuturnya.

Sementara itu, pemateri kedua Dr. Ir. Arifah Rahayu, M.Si menyampaikan mengenai budidaya sayuran secara hidroponik.

“Hidroponik merupakan budidaya tanaman menggunakan larutan hara, dengan atau tanpa menggunakan media tanam selain tanah. Misalnya pasir, kerikil, arang sekam, pecahan genting, cocopeat, rockwool. Adapun tanaman yang biasa dibudidayakan secara hidroponik diantaranya selada, sawi hijau, pakchoy, kangkung, kalian, cabai merah, cabai rawit, paprika, tomat, mentimun, hingga tanaman buah seperti melon, semangka, strawberry, dan tanaman hias seperti krisan, mawar, anyelir,” terangnya.

Selanjutnya, pemateri ketiga Nani Yulianti, S.P., M.Si menjelaskan mengenai pembibitan sayuran hidroponik. Ia menuturkan, salah satu faktor penting yang mendukung keberhasilan budidaya sayuran hidroponik adalah pembibitan.

“Hal pertama yang perlu diperhatikan dalam pembibitan adalah pemilihan benih, benih yang digunakan harus yang unggul, kemudian harus menggunakan media yang steril, dan lingkungan tumbuh yang sesuai, seperti pencahayaan,” jelasnya.

Baca Juga : Mahasiswa KKN Unida Edukasi Masyarakat Cegah Stunting Sejak Dini

Pada sesi ini, didemontrasikan contoh bibit sayuran yang baik, kemudian para santri peserta pelatihan diajak langsung praktek menanam sayuran selada romaine dengan sistem hidroponik pada instalasi yang sudah disiapkan tim pengabdi.

Instalasi tersebut selanjutnya akan menjadi milik pondok pesantren untuk digunakan sebagai sarana awal dalam budidaya tanaman hidroponik. Terlihat para peserta sangat antusias mengikuti praktek pindah tanam bibit sayuran. (*)

Editor : Yosep