25 radar bogor

Besok, PUPR Eksekusi Kabel Semrawut di Bogor Utara

Penertiban kabel semrawut
Sejumlah kabel yang semrawut dan tak berizin ditertibkan Dinas PUPR Kota Bogor. (Radar Bogor/Dede Supriadi)

BOGOR-RADAR BOGOR, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor menindak lanjuti aduan masyarakat terkait dengan keberadaan kabel-kabel semrawut hingga tiang miring yang berlokasi di wilayah Kecamatan Bogor Utara.

Kepala Dinas PUPR Kota Bogor Rena Da Frina langsung mengecek aduan tersebut. Pihaknya melakukan penyisiran mulai dari Jalan Panduraya, Jalan Achmad Sobana, Jalan Kol. H. Achmad Syam, hingga Jalan Galur, Kamis (10/8).

Baca Juga: Hati-hati, Lokasi Kota Bogor Ini Penuh dengan Tiang dan Kabel Semrawut

“Ada beberapa pengaduan dan saya cek dahulu sekalian saya sisir mana-mana yang memang kabel-kabel semrawut, mulai dari arah Jambu Dua naik ke atas muter di Jalan dekat Kantor Disdukcapil, memutar ke arah Kecamatan Bogor Utara,” kata Rena.

Dari hasil pengecekan tersebut, Rena menemukan sejumlah kabel yang memang menjuntai ke bawah hingga ada kabel di salah satu lokasi pemukiman yang semrawut. Pihaknya pun akan melakukan eksekusi pada Jumat (10/8) besok.

“Tadi saya sudah foto dan tentukan share loc-nya, terus kita kirim ke grup WA provider saya sampaikan bahwa besok kita akan ada jadwal perapihan bersama, mereka harus siap-siap, silahkan tentukan dan identifikasi kabel-kabelnya,” ucapnya.

Setelah pihaknya menyampaikan eksekusi kabel itu, beberapa provider langsung merespons untuk melakukan penertiban. Sebab, jika tidak ada respon dianggap kabel-kabel yang sudah diidentifikasi tersebut tidak bertuan.

“Untuk provider, variasi kadang si A disini kadang si B, kadang si B gak ada dan ada si C, tapi tadi hasil pengecekan ada XL, iforte, Lintas, Biznet, campur-campur kabel saya foto ke mereka sehingga ada yang langsung di eksekusi,” katanya.

Baca Juga: Antisipasi Korban, Sapu Bersih Kabel Semrawut Kota Bogor

Selain penertiban kabel, hingga kini PUPR Kota Bogor sudah mengeksekusi 15 tiang karena dianggap membahayakan dan sudah termakan usia.

“Sebenarnya kita membantu pekerjaan mereka, harusnya maintenance-nya di mereka dan kabel-kabel tanggung jawabnya ada di mereka. Tapi sekarang mereka sekarang mengawasi jejak dan langkah saya, karena takut kabelnya dipotong,” tukas dia.(*)

Reporter: Dede Supriadi
Editor: Imam Rahmanto