25 radar bogor

Sidak Layanan Disdukcapil Kota Bogor, Bima Arya Temukan Kelemahannya

BOGOR-RADAR BOGOR, Wali Kota Bogor Bima Arya melakukan sidak ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil), Rabu (2/8). Buntut polemik PPDB yang melibatkan pemalsuan dokumen kependudukan.

Bima Arya mengecek langsung prosea pelayanan Disdukcapil Kota Bogor itu. Sejumlah warga yang memanfaatkan layanan kependudukan tak luput dalam pertanyaan-pertanyaan dari orang nomor satu Kota Bogor itu.

Baca Juga: Tingkat Kepuasan Kinerja Bima-Dedie Mencapai 84 Persen

Kunjungan ke kantor Disdukcapil Kota Bogor itu diunggah Bima Arya melalui akun Instagram pribadinya @bimaaryasugiarto, Rabu (2/8). Bahkan, ia menilai ada kelemahan yang dijumpainya dari proses yang berlangsung dalam urusan dokumen kependudukan.

“Siang tadi saya cek @disdukcapilkotabogor . Teridentifikasi ada kelemahan dalam proses otorisasi layanan kependudukan,” ungkapnya.

Ia menjabarkan, sebelumnya, operator bisa langsung melakukan otorisasi tanda tangan elektronik. Akan tetapi, hak itu dianggap rentan human error atau kesalahan. Bahkan, bisa juga terjadi manipulasi secara sengaja oleh pihak tertentu.

“Saya minta sistemnya diubah. Otoritas untuk tanda tangan eletronik dokumen kependudukan harus minimal ditingkat Kabid dan harus diteliti. Nggak boleh sembarangan terbit,” tegas Bima Arya.

Ia pun memastikan, dalam waktu dekat bakal merampungkan Peraturan Wali Kota (Perwali) yang mengatur Standar Operasional Prosedur (SOP) di Disdukcapil.

“Proses perpindahan domisili atau perpindahan nama di Kartu Keluarga yang lebih ketat lagi,” sambungnya.

Baca Juga: Gerah dengan Polemik PPDB, Bima Arya Bakal Terbitkan Perwali

Sementara itu, kata Bima, terkait dugaan pemalsuan dokumen kependudukan dalam PPDB, pihaknya sedang koordinasi dengan Polresta Bogor Kota untuk tindak lanjutnya. Ancaman pidana menanti orang-orang yang terbukti melakukan pemalsuan dokumen dalam skema PPDB tahun ini.(*/mam)

Editor: Imam Rahmanto