25 radar bogor

Desa Wening Galih Langganan Krisis Air, Kawasan Puncak Menyusul

JONGGOL-RADAR BOGOR, Warga Desa Wening Galih, Kecamatan Jonggol mulai dilanda krisis air menjelang musim kemarau. Pasalnya, warga hanya mengandalkan air hujan untuk kebutuhan sehari-hari.

Seorang warga, Deden Mulyadi mengakui, kondisi itu terjadi setiap tahun. Selama musim kemarau, bisa dipastikan tidak ada air.

Baca Juga: Kabupaten Bogor Terdampak Kekeringan, Bolak-balik Disuplai Air Bersih

Jika sudah memasuki kemarau, warga bakal meminta tolong pada pihak desa hingga kecamatan maupun BPBD untuk dikirimkan bantuan air bersih.

“Dari kemarin kami sudah mendapatkan bantuan air bersih,” imbuhnya.

Camat Jonggol, Andri Rahman membenarkan, Desa Wening Galih memang kerap menjadi langganan krisis air, tiap tahun. Tak heran, penyaluran air bersih sudah dimulai sejak Selasa (1/8).

“Setiap tahun kekurangan air di sana. Tahun ini juga demikian, mereka kemarin meminta air. Kemarin sudah disalurkan air bersih ke sana,” katanya dikonfirmasi Radar Bogor, Rabu (2/8).

Untuk mengantisipasi krisis air, BPBD menyiapkan 13 toren air di Kecamatan Jonggol. Toren air itu digunakan untuk warga Jonggol yang mengalami kesulitan air bersih.

“12 toren air itu mampu menampung 8 ribu liter air bersih. Nantinya jika air itu habis dan warga masih membutuhkan kembali, maka akan kembali diisi. Jadi nanti tergantung permohonan, bisa lewat desa atau kecamatan,” ungkap Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Bogor, Agus Suyatna.

Baca Juga: Sumur Kering, Warga Kalong Pakai Air Sungai untuk Mandi

Selain di Jonggol, kawasan Puncak pun mulai mengalami krisis air. Sejumlah warga di Desa Kopo, Kecamatan Cisarua juga telah meminta suplai air bersih dari BPBD Kabupaten Bogor.

Sebanyak 10 liter air bersih disalurkan untuk dua kampung, yakni Kampung Sukamulya dan Kampung Cidokom.(*)

Reporter: Arif Al Fajar
Editor: Imam Rahmanto