25 radar bogor

Polda Metro Jaya, Periksa Korban TPPO Jual-Beli Ginjal, Ini Kondisi Terbarunya!

Ilustrasi Kekerasan Terhadap Anak

JAKARTA-RADAR BOGOR, Polda Metro Jaya lakukan pemerikasaan kepada 3 orang korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO), dengan modus ual beli ginjal jaringan Indonesia-Kamboja. Para korban yang diperiksa rata-rata baru menjalani transplantasi pada Juni 2023.

Baca Juga : Oknum Polri Terlibat TPPO Modus Jual Beli Ginjal, Terima Upeti Rp612 Juta

Kami menerima 3 pasien yang informasinya telah mengalami operasi pengambilan ginjal. Jadi pemeriksan yang kita lakukan adalah pemeriksaan kesehatan awal,” kata Kabid Dokkes Polda Metro Jaya Kombes Pol Hery Wijatnoko kepada wartawan, Selasa (25/7).

Adapun Pemeriksaan yang dilakukan pada tahap awal meliputi pengukuran tensi, respirasi dan keluhan yang dialami korban. Tim kesehatan juga memeriksa bagian tubuh bekas operasi transplantasi ginjal dilakukan.

“Rata-rata sudah sembuh semua, jadi walaupun baru satu bulan tetapi secara fisik kondisi luka pasca operasinya cukup bagus. dan nanti kita akan tindak lanjuti dengan pemeriksaan laboratorium dan radiologi untuk menentukan organ yang diambil tersebut,” jelas Hery.

“Kami juga akan mendampingi secara psikologis para pasien tersebut nanti akan bekerja sama dengan Polda-Polda lain untuk para pasien yang bertempat tinggal di luar wilayah hukum Polda Metro Jaya,” tandasnya.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya membongkar kasus TPPO dengan modus penjualan organ tubuh bagian ginjal jaringan Indonesia-Kamboja. Kasus ini setidaknya telah memakan 122 orang. 

“Ada 12 tersangka,” kata Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Karyoto di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (20/7).

Kesembilan tersangka ini terdiri dari 9 orang sindikat dalam negeri. Mereka bertugas untuk mencari korban, menampung, mengurus dokumen korban, dan mengirim korban ke Kamboja. 

Kemudian 1 tersangka lain adalah sindikat Kamboja. Dia berperan sebagai penyambung antara korban dengan rumah sakit tempat transplantasi dilakukan. Lalu ada 1 tersangka oknum petugas Imigrasi.

Terakhir, 1 tersangka lainnya adalah oknum anggota Polri berinisial Aipda M. Ia bertugas merintangi penyidikan supaya para sindikat tidak tertangkap. Dia pun menyuruh sindikat membuang handphone dan berpindah-pindah lokasi agar terhindari dari penangkapan.

“Pelaku melakukan eklspoitasi kepada korban. Kepada masyarakat kami ingatkan pemindahan atau transplantasi itu tidak dikomersialkan,” jelas Karyoto.

Baca Juga : Prakiraan Cuaca Bogor Selasa 25 Juli 2023, Hujan Sore

Kasus ini sendiri terungkap berangkat dari informasi intelijen. Lalu dilakukan penggerebekan lokasi yang diduga dijadikan penampungan korban TPPO di Tarumanegara, Bekasi, Jawa Barat. Setelah didalami, kasus ini melibatkan jaringan internasional di Kamboja. (jpg)

Editor : Yosep/Fauzan PKL