25 radar bogor

Camat Cisarua Dalami Dugaan Pungli Berkedok Sumbangan Kegiatan Sekolah

Ilustrasi dugaan pungli di sekolah
Ilustrasi dugaan pungli di sekolah

CISARUA-RADAR BOGOR, Camat Cisarua, Ivan Pramudya bakal mendalami adanya dugaan pungli berkedok sumbangan kegiatan sekolah di wilayahnya.

Baca Juga : Curhatan Wali Murid, Diminta Uang Sumbangan Minimal Rp1,8 Juta

Ivan mengaku, Muspika Kecamatan Cisarua bakal mendatangi sekolah dan mempertanyakan soal pungli berkedok sumbangan kegiatan sekolah itu.

“Iya, kami akan cek itu. Apakah dari sekolah atau dari mana. Terus itu uangnya buat apa,” katanya kepada Radar Bogor Kamis (20/7/2023).

Ivan juga bakal memastikan, dugaan pungli berkedok sumbangan kegiatan sekolah itu sudah ada kesepakatan dengan orang tua, atau hanya disepakati oleh segelintir orang.

“Jadi, ini kami akan cari tahu, apa sudah dirapatkan semua orang tua atau seperti apa kesepakatannya,” tuturnya.

Kapolsek Cisarua Kompol Supriyanto menegaskan, pihaknya juga bakal menyelidiki dugaan pungli berkedok sumbangan kegiatan sekolah tersebut. Iapun meminta warga untuk mengadukan ke polisi RW atau langsung ke Polsek Cisarua. “Kami siap 24 jam menerima laporan dari masyarakat,” tukasnya.

Diberitakan sebelumnya, sejumlah orang tua yang anaknya masuk sekolah negeri dipusingkan oleh sumbangan kegiatan sekolah.

Tidak sedikit orang tua kesulitan untuk membayar uang sumbangan sekolah itu. Ada yang harus berhutang sana sini hingga terpaksa meminjam ke (pinjol) pinjaman online.

Seperti yang dialami oleh sejumlah wali murid dan orang tua siswa baru SMA di kawasan Puncak. Mereka dibuat pusing dengan uang sumbangan kegiatan sekolah itu.

“Iya, saya pikir sekolah negeri itu gratis, tapi ada uang sumbangan juga,” keluh salah satu orang tua murid yang enggan dikorankan namanya kepada Radar Bogor Rabu (19/7/2023).

Meski bisa dicicil, namun uang sumbangan yang diminta cukup memberatkan. Para orang tua atau wali murid diminta untuk membayar uang sumbangan sesuai dengan pilihan yang diberikan sekolah. “Paling rendah itu Rp 1.800.000,” paparnya.

Baca Juga : Puluhan Pasar Rakyat di Kabupaten Bogor Belum Ber-SNI, Baru Pasar Cisarua 

Hal serupa juga dikeluhkan oleh wali murid lainya. Kepada radar Bogor ia mengaku bingung untuk membayar uang sumbangan kegiatan sekolah bagi keponakanya yang masuk SMA di Puncak.

“Curhat dikit, anak ini anak yatim, keponakan saya. ibunya sakit stroke, tidak ada pemasukan dari manapun. Yang membiayai sekolah ini saya dan adik saya, tapi saya keberatan dimintai sumbangan itu,” katanya kepada Radar Bogor. (all)

Reporter : Arifal
Editor : Yosep