25 radar bogor

NFA Gandeng BRIN Perkuat Kebijakan Pangan Berbasis Riset dan Inovasi

Penandatanganan nota kesepahaman antara NFA dan BRIN dalam Rapat Koordinasi dan Evaluasi di IPB International Convention Center (IICC) Bogor, Selasa (4/7).(Radar Bogor/Dede Supriadi)

BOGOR-RADAR BOGOR, NFA bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperkuat kerja sama di bidang pangan. Itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman dalam Rapat Koordinasi dan Evaluasi di IPB International Convention Center (IICC) Bogor, Selasa (4/7).

Kepala Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) Arief Prasetyo Adi menjelaskan, riset dan inovasi merupakan dua hal yang tidak bisa dipisahkan dalam upaya memperkuat sektor pangan nasional.

Baca Juga: Bangun Lapangan di Kelurahan Genteng, Mirip Taman Manunggal

“Kita harap kolaborasi ini memberikan dampak besar bagi kemajuan sektor pangan nasional, mengingat BRIN merupakan lembaga negara paling kredibel di bidang riset dan inovasi di Indonesia,” ujarnya.

Kerja sama itu akan menjalankan berbagai program penguatan pangan, meliputi aspek ketersediaan dan stabilitas pangan, pengentasan rawan pangan dan gizi, serta penganekaragaman konsumsi dan keamanan pangan.

“Salah satu yang urgen adalah kerja sama pengembangan dan penyatuan data pangan dari mulai stok dan harga pangan di seluruh daerah. Kita harus tahu persis berapa stok 9 komoditas pangan di daerah, karena sangat krusial dan menentukan arah kebijakan,” ujarnya.

Kerja sama ini juga menambah rentetan sinergitas lintas sektor yang telah dijalin NFA.

“Salah satu misi NFA adalah membangun konektivitas karena kita menyadari pembenahan sektor pangan nasional tidak bisa dilakukan sendiri,” tuturnya.

Kepala BRIN Laksana Tri Handoko siap mendukung penuh NFA, khususnya dalam membuat kebijakan berbasis sains dan data.

Baca Juga: Berantas Stunting, 100 Kader di Bogor Barat Dapat Pelatihan dari IPB dan Royco

“Karena kalau kita bicara pangan kalau tidak berbasis data dan angka berpotensi menghasilkan kebijakan yang tidak tepat. Terlebih negara Indonesia sebagai negara kontinen, di mana kebutuhan akan data yang akurat dan sahih di setiap lokasi menjadi sangat penting untuk memastikan produksi, termasuk juga seluruh rangkaian supply chain pangan,” paparnya.(*)

Reporter: Dede Supriadi
Editor: Imam Rahmanto