25 radar bogor

Ibu Rumah Tangga Terinfeksi HIV Bertambah, Tertular dari Suami

Media briefing terkait HIV di Rizen Pajajaran Hotel, Kota Bogor, Senin (3/7).(Radar Bogor/Dede Supriadi)

BOGOR-RADAR BOGOR, Kasus baru ibu rumah tangga (IRT) terkena HIV terus bertambah. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebut sekitar 5.100 kasus baru setiap tahunnya.

Koordinator Program Yayasan Kemitraan Indonesia Sehat Dolfi Rumampuk mengatakan, data ibu rumah tangga tertular HIV menunjukan fakta bahwa suami yang kerap bergonta-ganti pasangan dan ‘jajan’ sangat berpotensi melakukan penularan.

Baca Juga: “Buron” Selama Tiga Hari, Sapi Bima Akhirnya Ditemukan

Menurut dia, hal itu dipicu kondisi saat ini dengan kemudahan dalam mengakses siapapun melalui handphone.

Data tersebut menunjukkan ibu rumah tangga menjadi kelompok baru dalam penularan HIV.

“Jangan sampai ibu yang tidak tahu apa-apa dan di rumah saja dan mengurus anak tetapi tertular HIV dan menularkan ke anak. Kita berinisiasi bahwa keluarga menjadi garda terdepan, terkuat dalam pencegahan HIV,” kata Dolfi, saat acara Media briefing Peringatan Hari Keluarga Nasional di Rizen Pajajaran Hotel, Kota Bogor, Senin (3/7).

Banyaknya temuan kasus para suami yang menularkan HIV tentunya mendorong perluasan pemahaman. Ketika melakukan perjalanan luar kota, harus tetap setia pada pasanganya.

Dengan menjunjung tinggi kesetiaan pada masing-masing pasangan dapat menekan angka penularan HIV di dalam keluarga.

“(Harus ingat) bahwa ada yang menunggu di rumah, jadi jangan sampai apa yang dilakukan di luar itu terbawa ke dalam rumah khususnya ke keluarga,” ucap dia.

Oleh sebab itu, Dolfi mengajak para suami untuk menjunjung tinggi nilai kesetiaan pada pasangan. Ia menilai, promosi setia itu harus diterapkan dari komunitas, LSM, media.

“Ketika kita sudah memahami apa arti nilai setia pada pasangan, tidak ada lagi kita akan bermain di belakang istri kita, pasangan kita sehingga risiko penularan HIV pasti akan tertutup,” sambung dia.

Ketua Yayasan Lekas Muchsin mengaku sebagai penggiat HIV/AIDS, pihaknya akan terus melakukan sosialisasi agar lebih bermasyarakat tentang bahaya HIV/AIDS. Sebab, masih banyak orang yang belum mengetahui bagaimana penanganannya, orang yang sudah tertular HIV, dan bagaimana pendampingannya.

Baca Juga: Pengantin Baru di Rancabungur Hilang Usai Pamit ke Suami Beli Ayam Geprek

“Kebetulan kita temukan kasus terkait ibu rumah tangga, ibu hamil, dan anak yang positif HIV, itu sudah urusan keluarga,” ucap dia.

Selain itu, pihaknya juga mengimbau agar masyarakat lebih sadar memeriksakan HIV/AIDS di seluruh Puskesmas yang ada baik di Kota/Kabupaten Bogor.

“Kita ingin juga semakin banyak yang sadar memeriksakan HIV/AIDS,” tukas dia.(*)

Reporter: Dede Supriadi
Editor: Imam Rahmanto