25 radar bogor

Anak Jalanan hingga Pengamen Bebersih Ciliwung dan Gedung Kemuning Gading

Kelompok anak jalanan dan pengamen Bogor membersihkan Gedung Kemuning, kompleks Balai Kota Bogor, Kamis (22/6). (Radar Bogor/Dede Supriadi)

BOGOR-RADAR BOGOR, Ratusan pengamen dan anak jalanan yang tergabung dalam Forum Aliansi Seniman Anak Jalanan alias Folusi Senja turun gunung membersihkan sejumlah titik di wilayah Kota Bogor.

Dua titik lokasi yang menjadi target untuk aksi bersih-bersih. Pertama di sekitaran Sub Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung, belakang Hotel Amarossa, kawasan Terminal Baranangsiang, hingga Lawang Salapan.

Baca Juga: Masriah, Pelempar Kotoran Manusia di Sidoarjo Divonis Sebulan Penjara

Titik kedua di Gedung Kemuning Gading, kawasan Balai Kota Bogor, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor.

Ketua Folusi Senja Muhammad Haikal mengatakan, kegiatan ini untuk memperingati Hari Lingkungan Hidup (HLH) Sedunia atau World Environment Day, yang diperingati setiap tanggal 5 Juni setiap tahuhnya. Mereka melibatkan sekira 200 anak jalanan.

“Kegiatan ini bersih-bersih sampah plastik, atau sampah apapun yang ada di Sub DAS Ciliwung, belakang Hotel Amarosa, dan di gedung kesenian (Gedung Kemuning Gading), itu kondisinya kotor makanya kita bersihkan,” kata Muhammad Haikal, Kamis (22/6).

Ada tiga kegiatan yang mengusung tema Folusi Senja Menolak Polusi. Pertama adalah razia sampah plastik, kedua santunan anak yatim dan pemeriksaan kesehatan gratis yang akan berlangsung pada Jumat (23/6) besok, hingga acara pamungkasnya di Terminal Baranangsiang, Sabtu (24/6) mendatang.

“Kegiatan ini perdana karena semua kumpul bersama, makanya dinamakan Forum Aliansi Seniman Anak Jalanan, baik
dari titik pengamen di Jalan Baru, Yasmin, Pomad, Jambu Dua, dan Terminal Baranangsiang, Keboen Sastra, KPJ bersinergi semua,” ucap dia.

Haikal Ingin membuktikan anak jalanan bisa melakukan kegiatan yang positif. Mereka tak ingin hanya dipandang sebelah mata.

Pria yang kerap mengamen di Terminal Baranangsiang ini juga mengaku banyak memungut sampah yang sudah menghalangi alian air di Sub DAS Ciliwung.

“Sampah yang dipungut sudah tercampur tanah. Aliran air tidak mengalir, harus dikeruk agar dikerjakan PUPR,” kata Haikal.

Baca Juga: Main di Sekitar Sungai, Bocah Sembilan Tahun Tewas Terseret Arus Ciliwung

Sementara di Gedung Kemuning Gading, mereka menemukan banyak sampah yang bercecer yang membuatnya terlihat kumuh.

“Awalnya ada yang posting kondisi gedung Kemuning Gading. Ini kan rumah para seniman juga yang harus dijaga. Kita tergerak untuk merapikan mulai memungut sampah hingga pel lantai,” tukas dia.

Di sela-sela kegiatan, Folusi Senja juga melakukan teatrikal membacakan puisi sambil memungut sampah.(*)

Reporter: Dede Supriadi
Editor: Imam Rahmanto