25 radar bogor

Kemenkeu Ungkap 3 Perusahaan Milik Tutut Soeharto Terkait BLBI

Tutut Soeharto atau Siti Hardianti Rukmana. (Dok. Jawa Pos)

BOGOR-RADAR BOGOR, Direktur Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Rionald Silaban mengungkap tiga perusahaan milik Tutut Soeharto atau Siti Hardianti Rukmana yang memiliki utang ke negara sekitar Rp 700 miliar terkait kasus Bantuan Likuditas Bank Indonesia (BLBI).

“Jadi ada 3, nanti bisa kita kasih karena sudah dilakukan panggilan. Jadi ada PT Citra Bhakti Margatama Persada, PT Citra Mataram Satria Marga Persada, dan satu lagi PT Marga Nurindo Bhakti,” kata Rionald dilansir dari Jawa Pos, Selasa (20/6).

Baca Juga: Gubernur Khofifah Ajak Guru Jadi Sosok Game Changer dan Enabler Leader

Rionald yang menjabat sebagai Ketua Satgas BLBI juga memastikan bahwa penagihan dan pemanggilan sudah dilakukan terhadap tiga perusahaan terafiliasi Tutut Soeharto ini. Namun, menurutnya belum ada kesepakatan yang dihasilkan.

“Mengenai recoverynya masih kita tagih. Itu yang kita lakukan, mengenai jumlah utang, nanti bisa kita share tapi memang sudah dilakukan pemanggilan terhadap kelompok perusahaan ini dan belum ada kesepakatan,” imbuhnya.

Rionald juga mengatakan belum bisa merinci nilai utang dari masing-masing perusahaan terafiliasi Tutut. Dia hanya menyebut bahwa total utang tiga perusahaan itu sekitar Rp 700 miliar dan angka paling besar dimiliki oleh PT Marga Nurindo Bhakti.

“Iya, itu sekitar Rp 700-an miliar. Tapi nanti dicek lagi angkanya. Paling besar outstandingnya itu PT Marga Nurindo Bhakti,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Pengelolaan Kekayaan Negara DJKN Purnama T. Sianturi mengatakan belum ada aset yang diamankan dari tiga Grup Citra tersebut.

Baca Juga: Pesawat Jatuh, Empat Anak Ini Selamat. Mampu Bertahan Hidup 40 Hari di Hutan Amazon!

Namun, pihaknya menyebut akan menelusuri lebih lanjut soal aset harta yang dimiliki para pihak yang terafiliasi.

“Jadi perusahaan ini memang tidak ada jaminan (yang telah diamankan). Sementara aset harta yang lain sedang kita telusuri,” ujarnya.(*/jpg)

Editor: Imam Rahmanto