25 radar bogor

DPR RI Minta Pemerintah Segera Impor KRL Bekas dari Jepang

Penumpang KRL di Stasiun Bogor. Foto Sofyansyah/Radar Bogor

BOGOR-RADAR BOGOR, Anggota Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Andre Rosiade meminta pemerintah untuk segera melakukan impor Kereta Rel Listrik (KRL) bekas dari Jepang. Salah satu alasannya karena kondisi penumpang kereta yang sudah tidak manusiawi di jam sibuk.

“Melihat kondisi sekarang, memang impor kereta 12 trainset di 2023 itu urgen dengan kondisi di jam sibuk. Saya berharap pemerintah melihat,” kata Andre Rosiade dikutip Jawa Pos, Minggu (18/6).

Baca Juga: Pemkot Bogor Sampaikan 4 Raperda Dalam Rapat Paripurna DPRD

“Karena sekali lagi ini kan masyarakat sudah berteriak, jadi kalau lihat di jam sibuk di antara jam 6 sampai jam 9 pagi dan jam 4 sore sampai jam 8 malam itu sudah tidak manusiawi. Bagaimana anak kereta penumpang kereta itu berdesakan seperti cendol,” imbuhnya.

Oleh sebab itu, Andre mendorong Kementerian BUMN, Kementerian Kemaritiman dan Investasi, BPKP dan Kementerian Perindustrian untuk segera memutuskan perihal importasi KRL bekas tersebut.

Lebih lanjut, dia mengusulkan untuk melakukan retrofit pada tahun mendatang dan diproduksi sepenuhnya oleh perusahaan tanah air pada tahun 2025.

“Saya ini orang yang menolak impor, tapi karena melihat situasi di jam sibuk itu memang dibutuhkan memang harus dukung. Nanti 2024 baru kita retrofit, 2025 baru sepenuhnya produksi INKA,” ujarnya.

Di sisi lain, pemerintah mulai dari Kemenko Marves dan Kementerian Perindustrian masih belum memberikan izin impor KRL. Atas hal itu, kader Partai Gerindra ini meminta para pejabat yang menolak untuk segera melihat kondisi di lapangan.

Tepatnya, kata Andre, mencoba kondisi KRL pada saat jam sibuk, yakni berkisar pukul 05.00-09.00 WIB dan pukul 16.00-19.00 WIB.

Baca Juga: Naik Kereta Api Tak Wajib Pakai Masker Lagi, Ini 5 Aturan Baru KAI

“Saya berharap pemerintah melihat, kalau ada juga yang menolak saya sarankan menteri-menteri yang menolak itu datang ke lapangan coba. Karena saya orang yang menolak, tapi karena saya melihat kondisi di lapangan ternyata ini memang dibutuhkan,” jelas Andre.

Saya berharap yang nolak itu coba turun ke lapangan, cek ke lapangan, Anda rasakan sendiri di lapangan penderitaan rakyat Indonesia yang anak kerta ini sehingga tolong ambil kebijakan yang pro rakyat,” tandasnya.(*/jpg)

Editor: Imam Rahmanto