25 radar bogor

Tiktok Jadi Aplikasi Mudah Jangkau Pemilih Pemula, Begini Faktanya…

ilustrasi Tiktok Shop
Ilustrasi Tiktok Shop

BOGOR-RADAR BOGOR, Memasuki tahun politik, mungkin aplikasi sosial media Tiktok menjadi saran bagus untuk para bakal calon caleg, untuk menjangkau para pemilih pemula.

Sebab datanya, rata-rata lama pengguna Tiktok kini menduduki peringkat pertama di Indonesia, dibanding sosial media lainnya.

Menurut laporan ‘Digital 2023 Indonesia’ yang dikeluarkan firma riset We Are Social, pengguna Facebook di Indonesia hingga awal 2023 sebanyak 119,9 juta.

Angka tersebut sebanding dengan 56,3% total populasi internet yang berjumlah 212,9 juta orang.

Kendati demikian, waktu rata-rata yang dihabiskan pengguna di Facebook tiap bulan berkurang 3,9% secara tahun-ke-tahun (YoY), yakni 14 jam 36 menit.

Angka itu jauh di bawah TikTok yang mencapai 26 jam 48 menit atau naik 1,5% YoY.

Baca juga: Dianggap Ancaman, TikTok dan Game Candy Crush Dilarang di Prancis

Hal ini beriringan dengan potensi paparan iklan (potential ad reach) yang turun 7,7% atau sebanding dengan 10 juta pengguna dari 2022 hingga 2023Penurunan yang sama dialami Instagram.

Hingga awal 2023, basis pengguna platform berbagi konten visual tersebut mencapai 89,15 juta.

Angka itu sebanding dengan 41,9% populasi internet. Durasi waktu yang dihabiskan pengguna untuk scrolling Instagram per bulan menurun 3,7% YoY menjadi 15 jam 24 menit.

Sama seperti Facebook, potential ad reach-nya juga anjlok 10,1% atau sebanding dengan 10 juta pengguna.

Pertumbuhan masih dipegang oleh YouTube. Dengan basis pengguna 139 juta, durasi yang dihabiskan rata-rata per bulan di platform itu 26 jam 48 menit atau naik 1,5%.

Kendati demikian, tak ada perubahan dari segi potential ad reach. Perhatian netizen agaknya terpusat pada TikTok.

Memiliki 109,9 juta pengguna di Indonesia hingga awal 2023, platform ini mencatat peningkatan potential ad reach sebesar 19,4%.

Rata-rata waktu yang dihabiskan di platform ini setiap bulan naik 25,5% menjadi 29 jam. Selain jauh dari diskursus politik, problem partisipasi anak muda tidak berdiri tunggal.

Banyak faktor yang mendorongnya. Mulai dari kinerja penyelenggara pemilu, regulasi pemilu, individu penyelenggara pemilu yang kurang kompeten, serta kerja-kerja pendidikan pemilih yang tidak berkelanjutan.

Akibatnya, partisipasi publik kurang, bahkan terancam hilang.Seturut dengan itu, Komite Independen Sadar Pemilu (KISP) menemukan 17 persen pemilih milenial menganggap bahwa kendala yang mereka alami pada Pemilu 2019 adalah kurangnya informasi yang diberikan oleh penyelenggara pemilu.

Data itu dibeberkan Dekan Fisip Unpad, Widya Setiabudi dalam webinar Kementerian Kominfo bersama DPR, Sabtu, 13 Mei 2023.

Dia juga membeberkan ruang digital yang sehat menjelang pemilu 2024 laporan We Are Social menunjukkan, jumlah pengguna aktif media sosial di Indonesia sebanyak 167 juta orang pada Januari 2023.

Jumlah tersebut setara dengan 60,4% dari populasi Indonesia Adapun, waktu yang dihabiskan bermain media sosial di Indonesia mencapai 3 jam 18 menit setiap harinya.

Durasi tersebut menjadi yang tertinggi kesepuluh di dunia. Lebih lanjut, jumlah pengguna internet di Indonesia tercatat sebanyak 212,9 juta pada Januari 2023.

Berbeda dengan media sosial, jumlah pengguna internet pada awal tahun ini masih lebih tinggi 3,85% dibanding pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Dari jumlah tersebut, 98,3% pengguna internet di Indonesia menggunakan telepon genggam. Selain itu, rata-rata orang Indonesia menggunakan internet selama 7 jam 42 menit setiap harinya. Utamanya Tiktok. (ran)

Editor: Rany