logo-radar-bogor

Dikirab ke Kota Bogor, Begini Tampak Mahkota Binokasih yang Berusia 800 Tahun

Mahkota Binokasih
Rombongan kirab Mahkota Binokasih saat diterima Sekretaris Daerah Kota Bogor Syarifah Sofiah, lalu dibawa ke Kebun Raya dan kembali lagi ke Balai Kota Bogor. Selanjutnya, rombongan beramah tamah dengan Wakil Wali Kota Bogor, Dedie Rachim. REKA/RADAR BOGOR

BOGOR-RADAR BOGOR, Mahkota Binokasih akhirnya kembali menyambangi Kota Bogor. Mahkota raja-raja Kerajaan Padjajaran ini, untuk pertama kalinya dikirab setelah pindah ke Sumedang pada 450 tahun lalu.

Baca Juga : Sub PIN Polio Belum Capai Target, Dinkes Jadwalkan Sweeping Lagi

Ketua Panitia Kirab dari Kota Bogor, Gatut Susanta menjelaskan, kirab Mahkota Binokasih dimulai dari Kabupaten Sumedang pada Kamis (11/5/2023) ke Galuh, Ciamis. Rombongan kirab kemudian bertolak dan tiba di Balai Kota Bogor pada Sabtu (13/5/2023).

Rombongan kirab diterima Sekretaris Daerah Kota Bogor Syarifah Sofiah, lalu dibawa ke Kebun Raya dan kembali lagi ke Balai Kota Bogor. Selanjutnya, rombongan beramah tamah dengan Wakil Wali Kota Bogor, Dedie Rachim.

“Dari tahun 1300-an mahkota ini digunakan oleh raja-raja Padjajaran. Pernah disimpan di Ciamis, Kota Bogor, dan terakhir disimpan di Keraton Sumedang,” tutur dia.

Gatut menerangkan, Binokasih memiliki arti membina kasih. Maka dari itu, kirab tersebut bertujuan untuk merajut kasih sayang umat. Mahkota Binokasih ini terbuat dari emas dan memiliki berat 8 kilogram.

“Kirab ini diikuti banyak komunitas budaya. Esensi kirab ini membangun bina kasih. Jadi tidak ada lagi sunda Ciamis, sunda Sumedang, sunda Bogor karena sunda itu satu,” ucapnya.

Mahkota Binokasih selanjutnya akan dikirab kembali ke Kabupaten Sumedang berbarengan dengan Hari Jadi Kabupaten Sumedang.

Sekretaris Daerah Kota Bogor, Syarifah Sofiah mengatakan, kirab budaya tersebut menjadi momen yang luar biasa. Sebab Mahkota Binokasih sudah berusia lebih dari 800 tahun.

“Mahkota ini berada di Galuh Ciamis selama 150 tahun, kemudian pindah ke Pakuan, Bogor selama 100 tahun, lalu pindah lagi ke Sumedang Larang selama 450 tahun. Cerita perjalanan mahkota ini menggambarkan persaudaraan antara Galuh, Ciamis, Sumedang Larang, dan Pakuan Bogor,” tuturnya.

Syarifah berpendapat kirab tersebut menjadi sarana edukasi bagi masyarakat terutama generasi muda mengenai perjalanan sejarah 3 daerah tersebut.

Ia mengungkapkan, kirab Mahkota Binokasih menjadi momen kebangkitan Pemkot Bogor untuk membangun Museum Padjajaran di Batutulis. “Pembangunan dimulai tahun ini dengan anggaran Rp16 miliar dan akan dilengkapi di tahun berikutnya,” imbuhnya.

Wakil Wali Kota Bogor, Dedie Rachim terharu dan bangga dapat melihat langsung rangkaian sejarah besar kerajaan sunda. Baginya, hal itu mencerminkan budaya yang luar biasa. “Ini akan memperkuat tali silaturahmi kita ke depan. Saya nerharap ini menjadi kegiatan rutih tahunan,” harap dia. (fat)

Reporter : Reka Faturachman
Editor : Yosep