logo-radar-bogor

Viral Video Sebut Kapolsek Minta “Jatah” dari Penambang Emas Ilegal di Bogor

Pihak kepolisian saat menutup tambang emas ilegal di Gunung Sanggabuana, Tanjungsari, Bogor. (Radar Bogor/Arif Al Fajar)

TANJUNGSARI-RADAR BOGOR, Jagat maya dihebohkan dengan viralnya video Penambang Emas Tanpa Izin (PETI) yang menyebut telah menyetorkan uang kepada Kapolsek Tanjungsari, Kabupaten Bogor.

Dalam video berdurasi 1 menit 10 detik itu berisi curhatan para penambang yang mengaku dimintai setoran hingga mobil Pajero. Tampak pula para penambang yang diduga sedang melakukan aktivitas pengolahan emas.

Baca Juga: Penambang Emas Diduga Sebabkan Longsor, Polisi Bantah

“Malah minta Pajero dan minta batu 500 karung, 500 beban Kapolsek teh,” ucap seorang pria dalam video tersebut.

Usai itu, terdengar juga suara perekam yang menanyakan Kapolsek dari Polsek mana yang meminta Pajero tersebut.

“Kapolsek Cariu, Kapolsek Tanjungsari,” jawabnya.

Selain Pajero, pria itu juga mengaku sudah mengeluarkan uang Rp1 miliar untuk bisnis tambang emas ilegalnya. Uang tersebut hasil patungan para penambang yang tergabung dalam PETI.

“Sedangkan, saya dan teman keluarin uang Rp1 M lebih,” ucapnya lagi.

Kapolsek Tanjungsari, Iptu Rustami membantah hal itu. Ia menegaskan dirinya tidak melakukan hal seperti yang dituduhkan dalam video yang viral tersebut.

“Hoaks (meminta Pajero). Itu orang-orang sakit hati karena saya tutup tambang ilegalnya,” tegasnya dikonfirmasi Radar Bogor, Kamis (11/5).

Ia menerangkan, video tersebut muncul pada awal Ramadan 1444 H setelah penutupan tambang emas ilegal.

Baca Juga: Tambang Liar di Kaki Gunung Salak Sulit Ditertibkan, TNGHS Ungkap Penyebabnya

“Itu isu berkembang semenjak saya tutup. Setelah saya police line sebelum puasa, langsung bikin videonya awal puasa,” tekannya lagi.

Rustami menambahkan, pihaknya bahkan sudah tiga kali memimpin langsung penutupan tambang emas ilegal tersebut. “Saya selalu ikut (penertiban) saya yang pimpin,” imbuhnya. (*)

Reporter: Arif Al Fajar
Editor: Imam Rahmanto