logo-radar-bogor

Penanganan Longsor Katulampa Diambil Alih Dinas PUPR, Bakal Bangun Turap

Jalan Bendung Katulampa
Kondisi Jalan Bendung Katulampa yang tergerus longsor. REKA/RADAR BOGOR

BOGOR-RADAR BOGOR, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor, mengambil langkah cepat menangani longsor yang terjadi di ruas Jalan Bendung Katulampa, Kecamatan Bogor Timur.

Baca Juga : Jalan Bendung Katulampa Terancam Putus, Terus Tergerus Longsor 

Kepala Dinas PUPR Kota Bogor, Rena Da Frina mengatakan, pihaknya sudah mengantongi izin dari Pemerintah Provinsi untuk mengambil alih penanganan longsor di kawasan Katulampa tersebut.

“Kami sudah dapat izin dari Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Provinsi Jawa Barat untuk melakukan penanganan. Kami akan membangun turap,” jelas Rena saat dihubungi Radar Bogor pada Selasa (4/4/2023).

Dirinya menerangkan, sebelumnya pihak Dinas PUPR akan membangun bronjong, namun setelah mengantongi izin mereka merubah rencananya menjadi turap permanen. Hal itu dilakukan untuk mencegah longsor kembali terjadi.

“Pembangunan akan kami lakukan paling cepat di akhir minggu ini, paling lama apda pekan depan. Turapnya akan memiliki ukuran 15×13 meter,” imbuh Rena.

Pembangunan turap tersebut, kata Rena akan menggunakan anggaran pemeliharaan Dinas PUPR Kota Bogor. Rena mengestimasikan turap akan selesai dalam sebulan ke depan.

Dirinya menyatakan tidal akan melakukan penutupan saat pembangunan berlangsung, sehingga masyarakat tetap dapat melintas di jalur tersebut.

Kondisi Jalan Bendung Katulampa memang tampak kian mengkhawatirkan. Longsoran tanah yang berada tepat di pinggir ruas jalan ini semakin membesar dan berpotensi memutus akses warga.

Salah seorang warga Kelurahan Katulampa, Suparman mengatakan, longsor sebetulnya sudah terjadi pada beberapa tahun lalu. Longsoran terus bertambah besar dalam satu bulan terakhir akibat aliran air yang turun membuat tebingan semakin terkikis.

“Kalau dibiarkan terus menerus bisa habis nanti jalannya. Akses warga jadi terputus. Padahal ini jalur utama bagi warga untuk beraktivitas,” ucapnya kepada Radar Bogor, Sabtu (1/4/2023).

Untuk mencegah longsoran bertambah parah, Suparman berinisiatif membangun pembatas sederhana menggunakan batako untuk mencegah aliran air jatuh dan mengikis tebingan.

Baca Juga : Jembatan Warung Pala Ditangani Bulan Ini, Target Rampung Desember

Selain itu sempitnya jalan yang tersisa juha kerap menimbulkan kemacetan panjang. Selain itu kondisi ini juga diakui acap mengakibatkan kecelakaan lalu lintas.

Tidak adanya pembatas jalan di kawasan ini dilihatnya sangat berbahaya. Pengendara yang tidak mengetahui medan jalan berpotensi jatuh ke jurang. (fat)

Reporter : Dede Supriadi
Editor : Yosep