logo-radar-bogor

Intensitas Hujan Tinggi, Empat Rumah di Kota Bogor Ambruk

BPBD Kota Bogor mengecek salah satu rumah ambruk akibat intensitas hujan tinggi. (Radar Bogor/ Dede Supriadi)

BOGOR-RADAR BOGOR, Empat rumah di dua kecamatan Kota Bogor ambruk. Itu akibat intensitas hujan yang tinggi selama dua hari terakhir.


Kejadian bencana rumah ambruk pertama terjadi di Kelurahan Kedungbadak, Tanah Sareal, Sabtu (25/2) malam. Sedangkan, satu rumah ambruk terjadi di Kelurahan Tegal Gundil, Bogor Utara, Minggu (26/2) pagi.

Saat ini, belasan penghuni rumah harus mengungsi ke hunian sementara (huntara).

“Tercatat ada 13 orang dari tiga kepala keluarga (KK) mengungsi. Mendapatkan anggaran huntara dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor, Theofilo Patrocinio Freitas, Minggu (26/2).

Theo menjelaskan, penyebab ambruknya tiga rumah tersebut ialah kondisi konstruksi bangunan yang sudah rapuh. Ditambah, hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur di wilayah tersebut.

Saat kejadian, atap rumah ambruk dan menimpa seluruh ruangan yang dihuni ketiga keluarga tersebut. Meski tidak ada korban jiwa maupun luka, bangunan tidak bisa dihuni oleh pemiliknya.

Untuk bangunan ambruk yang terjadi di Kampung Ceger, Tegal Gundil menimpa bagian tembok belakang rumah dengan tinggi 5 meter dan panjang 10 meter.

“Penghuni terdampak juga memohon ditindak lanjuti untuk mendapat huntara,” ujarnya.

Lurah Kedungbadak, Karjono, mengatakan, pihaknya telah melaporkan kerusakan tiga rumah tersebut ke BPBD Kota Bogor. Selanjutnya, ia akan meminta bantuan logistik kepada Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bogor.


Karjono mengakui, tiga rumah yang ambruk itu memang sudah lapuk dan tidak layak huni. Lantaran rumah tersebut merupakan peninggalan dari orang tua pemiliknya.

“Untuk sementara, korban diungsikan dulu di kontrakan. Jadi ada pembayaran kontrakan juga dari BPBD selama dua bulan,” tuturnya.(*)

Reporter: Dede Supriadi
Editor: Imam Rahmanto