25 radar bogor

Pusat Pangan Tampian Pasar Bogor Sediakan Minyak dan Beras Murah

Pusat Pangan Tampian
Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, meresmikan Pusat Pangan Tampian (Tempat Pengendalian Inflasi Pangan) di Pasar Bogor pada Selasa (14/2/2023).

BOGOR-RADAR BOGOR, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, meresmikan Pusat Pangan Tampian (Tempat Pengendalian Inflasi Pangan) di Pasar Bogor pada Selasa (14/2/2023).

Sekretaris Daerah Kota Bogor, Syarifah Sofiah menjelaskan, kios di Pusat Pangan Tampian tersebut, menyediakan khusus komoditas-komoditas tertentu yang tengah langka atau harganya tinggi.

“Ini menjadi salah satu upaya kreatif Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Bogor, mengendalikan inflasi sesuai dengan kondisi yang terjadi saat ini,” terangnya kepada Radar Bogor.

Avatar

Baca Juga:

Sebaran MinyaKita di Pasar Bogor Belum Merata, Pedagang Keluhkan Kelangkaan

Dalam pelaksanaannya, Pemkot Bogor akan menyediakan komoditi yang sedang langka dan mahal, langsung dari sumbernya melalui kerja sama dengan Perumda Pasar Pakuan Jaya dan Badan Urusan Logistik (Bulog). Dengan begitu, diharapkan masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan dengan harga yang terjangkau.

Untuk saat ini, Pusat Pangan Tampian di Pasar Bogor menyediakan MinyaKita dan beras premium. Ke depan Syarifah menyebut, komoditas yang dijual akan disesuaikan dengan barang yang sedang langka atau mahal.

“Paling maksimalnya harga eceran tertinggi (HET). Kami tegaskan ini bukan bertujuan menyaingi pedagang, karena kios ini hanya komoditas yang langka atau mahal,” tekannya.

Meski murah, ada pembatasan jumlah dalam pembelian barang. Setiap konsumen, hanya boleh maksimal 2 kilo MinyaKita dan dua karung beras. Hal itu diterapkan untuk mencegah barang tersebut dijual kembali.

Syarifah menuturkan, program tersebut menjadi lanjutan dari operasi pasar murah yang telah dilakukannya di 6 kecamatan. Sebab, menurutnya program operasi pasar murah tidak memberikan pengaruh yang signifikan pada penurunan harga.

“Tujuan operasi pasar murah adalah, menyediakan kebutuhan dengan harga murah di tempat masyarakat yang kondisi ekonominya terbatas. Itu hanya bertujuan masyarakat bisa beli, tapi harga tetap tidak terkendali. Sementara pengendalian harga itu berlakunya di pasar,” jelasnya.

Strategi tersebut, diklaimnya sudah berhasil pada komoditi telur beberapa waktu lalu. Pemkot Bogor berupaya mencari wilayah yang bisa bekerja sama menyediakan telur dengan harga murah. Setelah terus dipasok akhirnya harga telur bisa terkendali.

Ke depan, Pemkot Bogor akan kembali membuka Pusat Pangan Tampian di pasar lainnya, salah satu di antaranya ialah Pasar Anyar.

Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bogor, Wina menyebut harga yang diterapkan saat ini pada komoditas minyakita sebesar Rp14 ribu sementara untuk 1 karung beras berukuran 5 kilogram seharga Rp47 ribu. (fat)

Reporter : Reka Faturachman
Editor : Yosep