25 radar bogor

Waspada Hipertensi, PKRS Azra Edukasi Warga Posbindu Mawar Merah Bantarjati

Hipertensi
Edukasi kesehatan tentang hipertensi yang diselenggarakan PKRS Azra di Posbindu Mawar Merah RT 01/02, Kelurahan Bantarjati, Kecamatan Bogor Utara.

BOGOR–RADAR BOGOR, PKRS Azra kembali mengadakan edukasi kesehatan untuk warga. Edukasi kali ini membahas dua materi, pertama tentang hipertensi, dan kedua diet rendah garam.

Edukasi kesehatan yang diselenggarakan di Posbindu Mawar Merah RT 01/02, Kelurahan Bantarjati, Kecamatan Bogor Utara itu, sesuai dengan target yang di dominasi oleh Lansia, dimana kebanyakan dari mereka memiliki riwayat hipertensi.

Edukasi ini, bertujuan agar masyarakat lebih mengetahui pentingnya menjaga pola makan khususnya untuk penderita hipertensi dan mengetahui sekilas tentang penyakit hipertensi.

Avatar

Baca Juga:

Ruza Goes To School, RS Azra Edukasi Kesehatan Pra Pubertas di SD Taruna Bangsa

Adapun kegiatan kali ini, PKRS Azra membawa tiga narasumber, yaitu Natasya Andini, Amd.Kep dan Eka Setia Wulaningsih, Amd.Kep, dimana membahas tentang Hipertensi. Kemudian narasumber lainnya, Noer Asrori Kandi,SKM yang membahas tentang diet rendah garam.

Ada beberapa poin penting yang disampaikan Natasya Andini,Amd.Kep dan Eka Setia Wulaningsih, Amd.Kep Mulai dari pengertian hipertensi, penyebab hipertensi, gejala hipertensi hingga cara pencegahan hipertensi.

“Hipertensi adalah kondisi kronis dimana tekanan darah pada dinding arteri (pembuluh darah bersih) meningkat. Hipertensi adalah terjadinya kenaikan darah sistolik (atas) 140 atau lebih dan tekanan darah diastolik (bawah) 90 atau lebih,” ujar Natasya.

Narsum lainnya, Eka Setia menambahkan, penyebab hipertensi dibagi dalam golongan, yaitu pertama hipertensi primer atau esensial, dimana hipertensi ini tidak diketahui penyebabnya dan hipertensi sekunder yaitu penyebabnya diketahui secara pasti seperti gangguan pembuluh darah dan penyakit ginjal.

Ada beberapa gejala hipertensi juga yang perlu diwaspadai yaitu :
1. Sakit kepala dan pusing
2. Nyeri kepala berputar-putar
3. Rasa berat di tengkuk
4. Kadang mimisan
5. Marah/emosi tidak stabil
6. Mata berkunang-kunang
7. Telinga berdengung
8. Sukar tidur
9. Kesemutan
10. Kesulitan bicara
11. Rasa mual/muntah

Oleh karena itu, penting untuk melakukan pencegahannya. Seperti yang telah dijelaskan oleh Natasya, ada beberapa pencegahan hipertensi yang harus dilakukan, yaitu mongkonsumsi makanan sehat, mengurangi konsumsi garam dan kafein, berhenti merokok, berolahraga secara teratur, menurunkan berat badan, mengurangi konsumsi minuman keras.

Masyarakat bisa segera melakukan pemeriksaan, apabila mengalami gejala hipertensi ke layanan kesehatan terdekat.

Jika masyarakat sudah menderita hipertensi, dianjurkan untuk menjaga pola makan, salah satunya dengan cara diet rendah garam. Pada edukasi kali ini dijelaskan sekilas tentang diet rendah garam oleh Noer Asrori Kandi, SKM (Ahli Gizi RS AZRA).

Ada beberapa poin penting yang disampaikan, yaitu tentang tujuan diet rendah garam, syarat diet rendah garam, makanan yang bisa diberikan, makanan yang tidak boleh diberikan dan contoh menu sehari.

Adapun yang dimaksud dengan garam dalam diet rendah garam adalah, garam natrium seperti yang terdapat dalam garam dapur (NaCl), soda kue (NaHCO3), baking powder, natrium benzoat, dan vetsin (mono sodium gluatamat).

Asupan natrium yang berlebihan terutama bentuk natrium klorida (garam dapur), dapat menyebakan gangguan keseimbangan cairan tubuh, sehingga menyebabkan edema atau asites dan atau hipertensi.

“Diet rendah garam, bertujuan untuk membantu menghilangkan penimbun garam atau air dalam jaringan tubuh dan membantu menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi,” ujar Noer Asrori.

Berikut sedikit contoh menu sehari untuk diet rendah garam yang dapat dilakukan di rumah yaitu, pagi (bubur ayam, susu skim, jus wortel jeruk, snack kue talam, dan pisang rebus), siang (nasi, bening bayam, daging bumbu rujak, kroket tempe, tumis kacang panjang, belimbing dan snack nagasari), malam (nasi, pepes ikan, acar timun, sup panca selera, dan apel).

Sebelum melakukan diet rendah garam, masyarakat disarankan untuk berkonsultasi dulu dengan ahli gizi atau dokter di layanan kesehatan terdekat.

Menurut Noer Asrori, cara pengolahan makanan yang dianjurkan dalam diet rendah garam yaitu makanan sebaiknya dimasak tanpa garam, kemudian garam ditambahkan saat makanan disajikan sesuai dengan jumlah garam yang di izinkan oleh ahli gizi dan dokter.  Pilihlah bahan makanan segar dan bukan makanan awetan.

Agenda yang rutin diadakan di Posbindu Mawar Merah tersebut, dihadiri oleh 60 peserta. Penyampaian edukasi dilaksanakan dibagi beberapa kloter, karena terbatasnya tempat dan dilaksanakan setelah pemeriksaan di posbindu.

Acara dimulai dari pukul 09.00-12.00 WIB. Diharapkan, dengan adanya penyuluhan edukasi kesehatan di Posbindu Mawar Merah tersebut , peserta yang hadir menjadi lebih mengetahui pentingnya menjaga kesehatan tubuh agar terhindar dari hipertensi dan jika sudah mengalami hipertensi bisa menjaga pola makannya dengan diet rendah garam. (nam/ysp)

Editor : Yosep