Samisade 2022 Belum Rampung, Potensi Jadi Temuan

Salah satu jalan yang dianggarkan dan dibangun melalui program Samisade, Kecamatan Citeureup. (Radar Bogor/ Hendi Novian)

CIBINONG-RADAR BOGOR, Sejumlah desa hingga kini masih mengerjakan pembangunan Satu Miliar Satu Desa (Samisade) tahun anggaran 2022. Telatnya pelaksanaan pembangunan tersebut dikhawatirkan menjadi temuan Penegak Hukum (APH).


Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Bogor, Renaldi Yushab Fiansyah memberikan peringatan kepada desa-desa tersebut, untuk segera menyelesaikan pembangunan.

“Peraturannya bahwa sampai akhir Februari 2023 ini diharapkan dapat selesainya, agar sampai bulan ketiga di akhir Maret, semua laporan sudah selesai,” ucapnya, Rabu (25/1).

Pihaknya pun telah meminta tim verifikasi tingkat kecamatan untuk terus memantau desa-desa yang belum selesai dalam pembangunan samisade. Sekaligus mengingatkan bahwa ada batas waktu tertentu yang harus dipenuhi dalam setiap kegiatan pembangunan.

Jika dari batas waktu tersebut desa belum juga mampu menyelesaikan sesuai target, tentunya ada sanksi yang menunggu.

“Kalau ada seperti itu di lapangan, tim verifikasi akan turun, banyak atau tidak, terpenuhi tidak dari sisi anggaran, dengan aspek teknisnya, kalau terjadi hal yang tadi, tidak sesuai target, ada sanksi,” tegasnya.

Untuk diketahui, Pemkab Bogor menggelontorkan anggaran untuk program samisade sebesar Rp395 miliar yang bersumber dari APBD Tahun Anggaran 2022.

Meski terdapat beberapa persoalan, Pemkab Bogor tetap menganggarkan program bantuan keuangan infrastruktur desa tersebut di tahun 2023 ini sebesar Rp407 miliar.


“Setiap tahun inspektorat mengaudit, semua kegiatan di desa termasuk bantuan keuangan infrastruktur,” tukas Renaldi.(*)

Reporter: Septi Nulawam
Editor: Imam Rahmanto

Berita Lainnya