Akhir Januari, Target Izin OSS Jalur Tambang Bisa Rampung

Truk tambang bolak-balik melintas di jalan Kecamatan Rumpin. Jalur ini direncanakan bakal dibangun jalan khusus tambang oleh Pemprov Jabar. (Radar Bogor/ Hendi Novian)

GUNUNG SINDUR-RADAR BOGOR, Sekretaris Daerah Burhanudin masih menunggu kelengkapan izin Online Single Submission (OSS) sebagai lanjutan proses pembangunan jalur tambang sepanjang 12 kilometer. Saat ini, baru sekira 7 kilometer dilakukan land clearing.


“Jalur tambang kami menunggu izin OSS, janji dari Kementerian Badan Kordinasi Penanaman Modal (BKPM) paling lambat akhir bulan Januari ini perizinan sudah rampung,” kata Burhanudin ketika menghadiri kegiatan Musrenbang di Kecamatan Gunung Sindur, Rabu (25/1).

Anggarannya berasal dari perwakilan perusahaan tambang yang berkolaborasi dan dipimpin oleh PT Jayabaya. Karena saat ini Pemerintah Kabupaten Bogor belum memiliki anggaran khusus.

“Belum ada anggaran seperak pun dari pemkab, tapi kami akan memberikan penyertaan modal untuk jalur tambang dengan Provinsi Jawa Barat,” tuturnya.

Bahkan, ia menambahkan, proyek ini harus dilanjutkan karena menjadi visi misi Gubernur Jawa Barat. Apalagi, ada hasil pembicaraan dengan pihak tambang.

“Kalau laporan dari dokumen lapangan, hampir semua lahan sudah dibebaskan, bahkan land clearing dari 12 kilometer sudah 7 kilometer,” ungkapnya.

Selain itu, Perbup soal jam operasional juga sudah pernah dirumuskan dengan forkopimda. Penerapan permanen jam untuk jalur tambang itu diharapkan bisa diterapkan ketika jalur tambang juga sudah selesai.

“Kalau saat ini masih sulit (penerapan Perbup) dan jalur tambang kita ingin secepatnya ada solusi karena banyak kecelakaan, kemacetan, terus jalan rusak, dan kesehatan sudah sangat luar biasa,” kata dia.

Menurutnya, rencana jaur tambang ini bukan hanya visi dan misi bupati dan gubernur, melainkan aspirasi masyarakat yang perlu diprioritaskan.

“Tahun 2023, kabinet Ade-Iwan bisa selesai rencana tersebut, tapi tidak mungkin juga. Hanya, minimal sudah ada progres,” tandasnya. (*)

Reporter: Jaenal Abidin
Editor: Imam Rahmanto

Berita Lainnya