Usai Diberhentikan Karena Pelecehan Seksual di TNGHS, Begini Kata Pelaku

Kepala Resort, Sukiman ketika menghadirkan pengeola wisata saat diinterogasi Polsek Cibungbulang di Kantor Balai TNGHS. (Radar Bogor/ Jaenal Abidin)

PAMIJAHAN-RADAR BOGOR, Kasus pelecehan seksual oleh pengelola wisata Kawah Ratu di Pasir Rengit, Kabupaten Bogor ramai di media sosial. Imbasnya, terduga pelaku, Ajid, diberhentikan dari pekerjaannya.


“Progres kejadian pada Minggu (22/1) sudah dipanggil pelaku dan mediasi juga, tinggal permohonan maaf kepada keluarga korban dan mereka meminta surat tertulis pemberhentian pelaku juga kami akan berikan,” kata Kepala Resort II Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) Sukiman, Selasa (24/1).

Dia juga menjelaskan, status pelaku sebagai masyarakat setempat yang diperbantukan oleh Koperasi Satria Rimba Athalla sebagai pengelola wisata. Koperasi ini menjadi salah satu usaha yang memiliki badan hukum dan izin daei Taman Nasional Gunung Halimun salak (TNGHS) di blok Gunung Bunder.

“Dia murni masyarakat, bukan petugas dari TNGHS dan terkait kejadian ini khusus pelaku diberhentikan secara tertulis,” tekan Sukiman.

Sukiman mengatakan, hasil mediasi juga sudah dilakukan dengan menghadirkan kedua belah pihak berlokasi di kawasan Sukamantri Kecamatan Tamansari.

“Saat ini, kami menyiapkan kelengkapan surat pemberhentian dan permohonan maaf dan sudah dilaporkan ke pimpinan juga,” cetusnya.

Ia menegaskan, membina pembinaan, pelayanan, dan pengawasan kepada pengunjung sudah sering dilakukan, hingga ke semua area blok wisata.

“Imbauan ke pengunjung selama ini bahwa untuk melakukan suatu objek perlu mempersiapkan SOP ke objek mana saja yang dikunjungi dan kebetulan korban mau ke Kawah Ratu,” tambahnya.

Menurutnya, lokasi itu butuh pakaian yang safety karena jalurnya sepanjang 6 kilometer. Tidak hanya itu, namun sepatu dan jas hujan harus disiapkan.

“Sekarang ada kejadian lagi, ya kita lakukan upaya-upaya, walaupun upaya dan pembinaan arahan kepada pengelola sudah sering disampaikan,” kata dia.

Sementara itu, pelaku, Ajid mengakui, dirinya sempat memotret dua kali. Namun, tidak ada aksi lain ke pengunjung yang hendak ke Kawah Ratu.

“Foto pertama saat pengunjung berada tidak jauh dari kamar mandi dan musala dan selesai cuci kaki dan tangan. Kembali foto kedua kalinya tapi ketahuan oleh rekan lain, sempat ditanya dan diminta langsung dihapus sama mereka,” ungkapnya.


Usai kejadian, ia langsung beberapa kali meminta maaf. Namun, tidak lama ada dua rekan lain langsung memukul di bagian belakang.

“Foto juga langsung dihapus sama mereka dan tidak dishare ke grup lain,” elaknya. (*)

Reporter: Jaenal Abidin
Editor: Imam Rahmanto

Berita Lainnya