Setelah Mencapai Harga Tertinggi, Harga Minyak Menetap Beragam

Harga Minyak Menetap Beragam

JAKARTA-RADAR BOGOR. Harga minyak menetap bervariasi pada hari Senin (23/1) atau Selasa (24/1) pagi waktu Indonesia. Harga ini mundur karena investor menguangkan lompatan ke level tertinggi tujuh minggu di tengah optimisme permintaan importir minyak utama Tiongkok.

Mengutip Reuters, minyak mentah Brent menetap 56 sen lebih tinggi pada USD 88,19 per barel. Sebelumnya telah mencapai sesi tertinggi sebesar USD 89,09 per barel tertinggi sejak 1 Desember.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat (AS) menetap 2 sen lebih rendah pada USD 81,62 per barel. Harga tertinggi sesi USD 82,64 per barel tertinggi sejak 5 Desember.

Harga menurun pada akhir sesi karena investor mengambil keuntungan, demikian kata Phil Flynn, analis Price Futures Group. Meski begitu, pasar ingin mempertahankan posisi long jika pertumbuhan Tiongkok berlanjut, kata Sukrit Vijayakar, direktur konsultan energi Trifecta yang berbasis di Mumbai.

Data menunjukkan, peningkatan yang solid dalam perjalanan di Tiongkok setelah pembatasan Covid-19 dilonggarkan. Analis komoditas ANZ mengatakan dalam sebuah catatan menunjukkan kemacetan lalu lintas jalan di 15 kota utama Tiongkok selama bulan ini naik 22 persen dibandingkan dengan tahun lalu.

Harga minyak mentah di sebagian besar pasar fisik dunia telah memulai tahun ini dengan reli karena Tiongkok telah menunjukkan tanda-tanda pembelian lebih banyak dan pedagang khawatir sanksi terhadap Rusia dapat memperketat pasokan.

“Sementara pembukaan kembali (Tiongkok) itu sendiri tidak diragukan lagi akan menjadi rumit, terutama selama musim liburan, indikasi awal menunjukkan telah terjadi peningkatan aktivitas, yang berarti ekonomi dapat berjalan lebih baik,” kata analis OANDA Craig Erlam.

Brent diperkirakan akan bergerak kembali ke kisaran antara USD 90 dan USD 100 karena pasar minyak semakin ketat, kata Erlam. Permintaan produk telah mengangkat pasar minyak dan penyulingan margin. Crack spread 3-2-1, proksi untuk penyulingan margin, naik menjadi USD 42,18 per barel pada hari Senin tercatat tertinggi sejak Oktober.

Sementar itu, Koalisi Uni Eropa dan Kelompok Tujuh (G7) akan membatasi harga produk olahan Rusia mulai 5 Februari. Selain batasan harga minyak mentah Rusia yang berlaku sejak Desember dan embargo UE atas impor minyak mentah Rusia melalui laut.

G7 telah setuju untuk menunda peninjauan tingkat batas harga minyak Rusia hingga Maret, sebulan lebih lambat dari yang direncanakan. Hal ini dilakukan untuk memberikan waktu dan menilai dampak dari batas harga produk minyak.

Avatar

Baca Juga:

Bhakrie Snack, Home Industri Keripik Singkong Asli Leuwiliang

Di India, impor minyak mentah naik ke level tertinggi lima bulan pada Desember, data pemerintah menunjukkan pada Senin. Kenaikan didorong karena kilang menimbun bahan bakar Rusia dengan potongan harga di tengah peningkatan konsumsi yang stabil di negara tersebut.(JPG)

Editor : Yosep/Ayu.PKL

Berita Lainnya