Hanya 17 Guru Bantu SD Negeri Terpencil Yang Dapat Banprov

Sejumlah guru honor berunjung rasa di Komplek Tegar Beriman, Beberapa waktu lalu. Pemkab Bogor menilai pengangkatan guru honor beratkan operasional Pemkab. (Radar Bogor/ Hendi Novian)

CIBINONG-RADAR BOGOR, Dari 260 guru bantu SD Negeri daerah terpencil di Kabupaten Bogor, hanya 17 guru yang menerima bantuan operasional dari Pemprov Jabar di tahun 2023.


Sejak 2020 hingga 2022, ratusan tenaga pendidik non-ASN itu menerima bantuan sebesar Rp500 ribu per bulan.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, Juanda Dimansyah mengatakan, hal itu disebabkan data yang diterima Pemprov, bahwa sudah tidak ada lagi sekolah di daerah terpencil di wilayah tugasnya.

“Menurut laporan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Daerah (DPMD), bahwa wilayah pelosok atau terpencil sudah tidak ada, itulah alasan sebagian besar guru non ASN di tahun ini tidak menerima banprov,” ucapnya, Selasa (24/1).

Namun, pihaknya berupaya mengusulkan kembali ke Pemprov Jabar agar 260 guru bantu tersebut kembali mendapat bantuan di tahun ini.

Untuk diketahui, Pemprov Jabar memberikan bantuan keuangan sebesar Rp93,8 miliar ke Pemkab Bogor di tahum 2023. Sebesar Rp448,8 juta dialokasikan untuk peningkatan kesejahteraan guru bantu SD Negeri di daerah terpencil sebanyak 17 orang.

Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PTK) SD, Maman Nurpadilah mengatakan, data penerima itu ditentukan langsung oleh Pemprov Jabar melalui surat keputusan. Gubernur.

“Artinya kalau Rp448,8 juta setahun berarti dari 17 guru yang menerima bantuan, satu guru itu bisa menerima bantuan sekitar Rp2,2 juta per bulan,” tandasnya.(*)

Reporter: Septi Nulawam
Editor: Imam Rahmanto

Berita Lainnya