25 radar bogor

Bansos PKH Rp3 Juta Kembali Digelontorkan Hingga Ramadan

Ilustrasi bansos PKH
Ilustrasi penyaluran bansos PKH

JAKARTA-RADAR BOGOR, Kabar gembira, pemerintah melalui Kemensos akan kembali menggelontorkan bansos, khusus kategori PKH hingga bulan Ramadan 2023 mendatang.

Dana bansos PKH dari Kemensos ini besarannya mencapai Rp 3 juta, dan akan diberikan kepada penduduk dengan status kesejahteran sosial terendah.

Data kriteria kemiskinan untuk bansos PKH dari Kemensos akan disesuai dengan data Dukcapil setempat. Adapun 9 kriteria kemiskinan yang berhak mendapatkan dana bansos PKH dari Kemensos, di antaranya:

  1. Tempat berteduh atau tempat tinggal sehari-hari
  2. Status pekerjaan
  3. Kekhawatiran pemenuhan kebutuhan pangan
  4. Pengeluaran pangan lebih dari 70 persen total pengeluaran
  5. Pengeluaran untuk pakaian
  6. Sebagain besar lantai tempat tinggal terbuat dari tanah
  7. Sebagain besar dinding terbuat dari bambu, kawat, atau kay
  8. Kepemilikan fasilitas buang air kecil atau besar
  9. Sumber penerangan dari listrik dari perusahaan listri negara 450 watt atau bukan listrik

Berdasarkan Rencana Strategis Kementerian Sosial 2020-2024, PKH merupakan bantuan tunai bersyarat bagi keluarga miskin penerima manfaat.

Dana bansos PKH akan dikondisionalitas kepada anak usia sekolah, balita, ibu hamil, disabilitas, dan lanjut usia (lansia) dengan penerima PKH sebanyak 10 juta keluarga.

Sementara itu pemerintah mengklaim, jika PKH menjadi salah satu langkah efektif menurunkan angka kemiskinan dan ketimpangan pengeluaran antar penduduk.

Selain itu, PKH juga memberikan dukungan terhadap program prioritas pemerintah lainnya seperti:

  1. Angka gizi buruk dan stunting
  2. Meningkatkan pencapaian pendidikan dan mengurangi angka putus sekolah
  3. Menjadi episentrum program penanggulangan kemiskinan secara terintegrasi (komplementaritas dengan Bantuan Sosial Pangan (Rastra/BPNT), Kartu Indonesia Sejahtera (KIS).
  4. Kemudian Kartu Indonesia Pintar (KIP), subsidi energi yang mencakup subsidi listrik dan LPG 3 Kg, Rehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni (RS Rutilahu).

Sebagai informasi penting, bansos PKH adalah program non tunai bersyarat yang merupakan bansos regular yang ada di Kementerian Sosial Republik Indonesia.

PKH salah satu program unggulan dari Kementerian Sosial yang memberikan bantuan uang secara nontunai melalui KKS (ATM Himbara).

Penerima PKH adalah warga miskin yang memenuhi kriteria kemiskinan, memiliki komponen PKH dalam 1 KK (Kartu Keluarga), sudah masuk DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial).

Memiliki NIK yang sudah padan/online sistem Dukcapil, dan yang sudah ditetapkan oleh Kementerian Sosial sebagai penerima PKH melalui BNBA, dan kemudian divalidasi.

Tidak hanya mendapatkan bantuan, peserta penerima manfaat (KPM) PKH yang mendapatkan bansos ini nantinya akan diberikan juga pendampingan oleh Pendamping PKH untuk mengikuti Pertemuan Peningkatan Kapasitas Keluarga (P2K2).

Pertemuan itu dilakukan guna mengubah pola pikir melalui pemberdayaan ekonomi dan kesehatan yang dikemas dalam 6 modul, ketika ditetapkan menjadi penerima bantuan.

Kegiatan ini merupakan kewajiban yang mesti dipenuhi oleh setiap anggota PKH. Di samping itu, hal yang membedakan PKH dengan bantuan lainnya adalah besaran bantuan yang berbeda. Dikarenakan tergantung dengan jumlah tanggungan atau komponen yang dimiliki pengurus PKH tersebut. (net/dis)

Editor : Yosep