radar bogor

Lama Sekolah di Sukamakmur Paling Rendah, Warga Didorong Ikut PKBM

Seorang anak sedang belajar secara daring di Kabupaten Bogor. Sukamakmur menjadi kecamatan terendah dengan rata-rata lama sekolah di Kabupaten Bogor. (Radar Bogor/ Hendi Novian)

SUKAMAKMUR-RADAR BOGOR, Sukamakmur menjadi kecamatan dengan tingkat Rata-rata Lama Sekolah (RLS) terendah se-Kabupaten Bogor. Dengan angka 6,1 poin, sebagian besar warga Sukamakmur putus sekolah dan hanya menempuh pendidikan sampai lulus SD.

Hal itu diungkapkan Camat Sukamakmur, Bakri Hasan. Ia mengatakan, paling banyak yang tidak mengenyam pendidikan itu bukan pada usia anak-anak, bukan usia 21 ke bawah.

Baca Juga: Mantap Inovasi Pendidikan Vokasi Siapkan SDM Untuk Kendaraan

“Tapi usia 25 tahun ke atas. Itulah yang pendidikannya di bawah,” tutur Bakri kepada Radar Bogor, Jumat (9/12).

Ia mengungkapkan, penyebab rendahnya RLS di Sukamakmur karena fasilitas pendidikan yang minim. Sekalipun ada, warga terkendala jarak tempuh yang sangat jauh.

Namun, yang paling utama ialah kurangnya perhatian keluarga terhadap pendidikan. Justru bukan disebabkan faktor ekonomi. Warga Sukamakmur belum merasa pendidikan formal penting dan hanya memilihkan anaknya ke pesantren untuk mengaji.

“Sedangkan, faktor ekonomi bukan jadi alasan. Karena tidak semua warga Sukamakmur tergolong miskin. Berbeda dengan kabupaten lainnya, seperti Tasikmalaya, walaupun miskin, anaknya harus sekolah makanya pesat di sana peningkatan RLS,” ungkap Bakri.

Alhasil, tidak sedikit warga Sukamakmur yang berakhir bekerja di tempat wisata. Meski begitu, seiring berkembangnya wisata di Sukamakmur sebagai potensi yang dimiliki, peningkatan SDM juga diperlukan dengan melanjutkan pendidikan.

“Ketika dibutuhkan sertifikasi untuk bekerja wisata, kan harus ada ijazah. Itu jadi halangan ketika wisata itu sudah berkembang. Ketika tidak disiapkan, akan susah ke depannya,” paparnya.

Oleh karena itu, dirinya menyambut baik program kolaborasi Dewan Pendidikan, Dinas Pendidikan serta Dinas Budaya dan Wisata (Disbudpar) Kabupaten Bogor. Program tersebut menyasar pekerja-pekerja wisata di Sukamakmur yang belum menempuh pendidikan hingga tingkat SMA, untuk mengikuti Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) atau kejar paket.

Baca Juga: Truk Tambang Bebas Melintas Siang Bolong, Ancam Bahaya Anak Sekolah

Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Bogor, Takiyudin Basari menerangkan, program ini menyasar Sukamakmur sebagai wilayah akan potensi wisata. Bekerja sama dengan pengelola wisata serta pemerintah setempat, diharapkan dapar meningkatkan RLS di Sukamakmur serta Kabupaten Bogor.

“Bukan hanya Sukamakmur, namun program ini terus berlanjut ke wilayah-wilayah lain, sebagai strategi dewan pendidikan dalam percepatan peningkatan RLS di Kabupaten Bogor,” pungkasnya.(*)

Reporter: Septi Nulawam
Editor: Imam Rahmanto