Sekda Bantah Inflasi Kota Bogor Tertinggi Ketiga se-Jabar

Sekda Kota Bogor, Syarifah Sofiah memimpin rapat TPID di balai kota, Rabu (7/12). (Radar Bogor/ Sofyansyah)

BOGOR-RADAR BOGOR, Inflasi Kota Bogor sempat disebut-sebut menjadi yang ketiga tertinggi di antara kota dan kabupaten di Jawa Barat. Akan tetapi, angka inflasi justru mengalami penurunan dari tahan ke tahun.

Baca Juga: Kendalikan Inflasi, Kota Bogor Siapkan 6 Langkah Jitu

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Syarifah Sofiah memaparkan, nilai inflasi di Kota Bogor saat ini sebesar 5,89 persen. Nilai ini turun pada perbandingan tahun ke tahun, karena data bulan Oktober 2021 ke Oktober 2022 nilai inflasinya sebesar 5,94 persen.

“Kita evaluasi juga bulan ke bulan, jika dibandingkan dengan bulan Oktober kemarin ialah 0,1 persen dan di November mendekati 0,2,” tandasnya, usai rapat koordinasi Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) di balai kota, Rabu (7/12).

Hal itu, kata Syarifah, terjadi karena pergerakan yang lebih dinamis mendekati Natal dan Tahun Baru. Untuk itu, pihaknya akan menjaga pada bulan Desember agar tidak sampai lebih dari 0,2 persen.

Sebelumnya, Kota Bogor disebut-sebut menjadi peringkat ketiga inflasi tertinggi. Menurut Syarifah, itu lantaran hanya ada tujuh kota yang menjadi pantauan atau sampel oleh Badan Pusat Statistik (BPS) di Jawa Barat.

Sementara, 20 kota dan kabupaten lain hanya melihat gambaran inflasi dari daerah terdekatnya saja.

“Jadi, itu bukan berarti kita tertinggi se-Jawa Barat. Karena mungkin saja daerah yang tidak diambil sampel jauh lebih tinggi,” imbuh Syarifah, yang juga sebagai Ketua TPID Kota Bogor.

Baca Juga: Inflasi Terus Turun, Tito : Ekonomi dan Keuangan Indonesia Cukup Bagus

Syarifah menekankan pihaknya akan intensif berhubungan dengan BPS agar intervensi yang dilakukannya benar-benar sesuai indikator inflasi. Dengan begitu pihaknya dapat menurunkan inflasi dengan maksimal. (*)

Reporter: Reka Faturachman
Editor: Imam Rahmanto

Berita Lainnya