Kendalikan Inflasi, Kota Bogor Siapkan 6 Langkah Jitu

Sekda Kota Bogor, Syarifah Sofiah menggelar rapat pengendalian inflasi di balai kota, Rabu (7/12). (Radar Bogor/ Sofyansyah)

BOGOR-RADAR BOGOR, Momen Natal dan Tahun Baru membawa dampak harga-harga bahan pokok semakin melonjak. Menyikapi inflasi yang terjadi, pemerintah pusat hingga daerah bergerak melakukan evaluasi.

Baca Juga: Inflasi Terus Turun, Tito : Ekonomi dan Keuangan Indonesia Cukup Bagus

Sejalan dengan Kementerian Dalam Negeri yang terus melakukan rapat koordinasi untuk evaluasi, Pemerintah Kota Bogor melalui Sekretariat Daerah (Setda) juga melakukan hal serupa. Rapat pengendalian inflasi gencar dilakukan secara periodik.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Syarifah Sofiah menuturkan, dari hasil rapat yang digelar, pihaknya telah merumuskan 6 aktivitas yang akan dilakukan untuk mengendalikan inflasi di Kota Bogor.

 

Pasar Murah

Langkah pertama dengan menggelar pasar murah di beberapa tempat. Itu akan dikoordinasikan oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) dan Dinas Koperasi UKM Perdagangan dan Perindustrian (KUKMDagin).

“Pasar murah sudah dilakukan di setiap kecamatan sebanyak 2 kali. Kita bekerja sama dengan pasar tani dan distributor agar barang yang disediakan harganya lebih murah. Di samping itu, kami juga bekerja sama dengan Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ) untuk membuka kios dan mendistribusikan bahan-bahan ke sana,” tuturnya kepada Radar Bogor, Rabu (7/12).

 

Sidak ke Pasar

Setda Kota Bogor bersama tim gabungan akan melakukan sidak ke pasar-pasar yang ada di Kota Bogor. Hal itu dilakukan untuk mencegah adanya pedagang yang berusaha memanfaatkan keadaan dengan mematok harga tinggi atau menimbun komoditas agar harganya melonjak.

Komoditas yang melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) dan Harga Acuan Penjualan (HAP) untuk konsumen akan ditelusuri penyebab dan ditangani dengan maksimal.

“Kita tracking layaknya Covid kemudian diselesaikan masalahnya,” imbuh Syarifah.

 

Dorong Pemanfaatan Lahan Kosong

Pemkot Bogor akan mendorong petani dan masyarakat untuk memanfaatkan lahan-lahan kosong. Lahan itu bakal ditanami bahan-bahan pokok sehingga kebutuhan pangan bisa diproduksi sendiri serta tidak bergantung pada pasar.

 

Subsidi Transportasi

Setda Kota Bogor bakal mengintervensi komoditas yang mahal akibat adanya masalah pada kenaikan BBM. Langkah yang dilakukan yakni melalui subsidi transportasi.

“Kita lakukan dengan cermat agar intervensinya pada komoditi yang pas,” lengkapnya.

 

Kerja Sama Daerah Produsen

Langkah kelima ialah membangun kerja sama dengan daerah produsen. Setda Kota Bogor bakal mengambil komoditas dari daerah-daerah yang memiliki harga lebih murah.

Sejauh ini, Kota Bogor sudah bekerja sama dengan Ciamis dan Sukabumi untuk memasok telur dan beras.

Baca Juga: Rakor Pengendalian Inflasi Daerah, Mendagri Minta Pemda Lakukan Ini

Subsidi BTT

Terakhir, dengan memberikan bantuan subsidi Belanja Tidak Terduga (BTT).

“Tujuannya untuk memberikan pendanaan pada golongan yang terpengaruh inflasi supaya punya daya beli. Kami sudah lakukan itu pada pengemudi ojek online (Ojol) dan padat karya,” terang Syarifah.

Ia menyebut, nilai inflasi di Kota Bogor saat ini sebesar 5,89 persen. Nilai ini turun pada perbandingan tahun ke tahun, karena data bulan Oktober 2021 ke Oktober 2022 nilai inflasinya sebesar 5,94 persen. (*)

Reporter: Reka Faturachman
Editor: Imam Rahmanto

Berita Lainnya