Kabupaten Bogor Kejar Zero Stunting, Begini Langkah Pemkab

Pertemuan publikasi status gizi balita tingkat Kabupaten Bogor di Hotel M-One, Kamis (1/12). (Radar Bogor/ Septi Nulawam)

SUKARAJA-RADAR BOGOR, Masih banyak kasus stunting di Kabupaten Bogor. Meski begitu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor bertekad untuk menurunkannya hingga zero stunting pada tahun-tahun mendatang.

Baca Juga: Angka Stunting di Kabupaten Bogor Turun jadi 4,78 Persen

Pemerintah Pusat menargetkan turun 14 persen pada tahun 2024 dan Provinsi Jawa Barat menargetkan sebesar 17,2 persen.

Dari hasil pengukuran status gizi tahun 2022 ini, angka stunting tersisa 4,78 persen. Angka kasus stunting sebelumnya mencapai 9,78 persen.

Dinas Kesehatan (Dinkes) bersinergi dalam aksi konvergensi demi mendorong terwujudnya Kabupaten Bogor Bebas Stunting (Gobest) atau zero stunting.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Hadijana mengakui, permasalahan stunting merupakan tanggung jawab bersama dan lintas sektoral.

Untuk itu, sinergi dan kolaborasi lintas sektor dan stakeholder perlu terus ditingkatkan untuk penanganan stunting yang lebih terintegrasi dan komperehensif.

“Percepatan penanganan dan penajaman sasaran stunting pada tahun 2020 telah ditetapkan 38 desa dari 14 kecamatan, dan tahun 2021 sebanyak 68 desa di 26 kecamatan, serta tahun 2022 telah ditetapkan 104 desa di 34 kecamatan sebagai lokus fokus intervensi stunting,” paparnya.

Baca Juga: Konsumsi Ikan Bantu Cegah Stunting, Kota Bogor Dapat Bantuan Satu Ton Ikan

Salah satu upaya menuju zero stunting itu melalui Gerakan Bogor Bebas Stunting (Gobest) di tahun 2023. Diiringi pula dengan sejumlah intervensi, baik secara spesifik maupun sensitif. (*)

Reporter: Septi Nulawam
Editor: Imam Rahmanto

Berita Lainnya