Asrama Nusantara Tampung 410 Mahasiswa Lintas Suku dan Daerah

Asrama Mahasiswa
Presiden Jokowi didampingi Kepala BIN Budi Gunawan dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto di meresmikan AMN Surabaya.

SURABAYA-RADAR BOGOR Ratusan mahasiswa dari berbagai suku dan daerah bakal menempati Asrama Mahasiswa Nusantara (AMN), Surabaya. Sebanyak 40 persen penghuni hunian vertikal setinggi lima lantai itu merupakan mahasiswa orang asli Papua (OAP).

Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan mengatakan, 165 mahasiswa OAP serta 245 mahasiswa non-OAP diwajibkan menghuni selama dua tahun. Mereka berkuliah di empat perguruan tinggi negeri di Surabaya. Yaitu, UPN Veteran Jatim, Universitas Airlangga (Unair), Universitas Negeri Surabaya (Unesa), dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

”Mahasiswa diberi beasiswa dari LPDP Kemenkeu. Berupa biaya pendidikan, biaya hidup, uang saku, dan kartu BPJS atau KIS,” kata dia di sela peresmian oleh Presiden Joko Widodo di Surabaya kemarin (29/11).

Baca Juga:Pimpin Upacara Puncak Hari Jadi Korpri ke-51, Dedie Bacakan Amanat Presiden

AMN Surabaya dibangun di lahan milik Pemprov Jatim seluas 9.975 meter persegi dengan total luas lantai 9.264 meter persegi. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melakukan pembangunan sejak September 2021 dan selesai Mei 2022. Pengelolaan dilakukan Kemendikbudristek dengan melibatkan BIN, TNI, Polri, Pemprov Jatim, serta instansi terkait.

”AMN Surabaya dilengkapi sarana-prasarana memadai. Seperti bus antar jemput mahasiswa, klinik kesehatan, laboratorium, ataupun ruang komunal,” paparnya.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo menuturkan, pembangunan AMN bermula dari usulan 61 tokoh Papua saat pertemuan di Istana Negara pada September 2019. ”Indonesia ini bangsa besar. Ada 714 suku dan kekuatannya ada di keberagaman,” ucap dia.

Baca Juga:Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum di Balaikota Diresmikan, Bima Arya : Ini Menjadi Sejarah

Karena itu, Jokowi langsung menyetujui saat usulan tersebut disampaikan. Pembangunan AMN di kota lain juga dipersiapkan agar mahasiswa lintas daerah bisa saling mengenal. (JPG)

Editor:yosep/adli-pkl

Berita Lainnya